Sertifikat Like Fungsi Bangunan Belum Terwujud

KUNINGANMEDIA | Senin, 15 November 2010 17:04
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN : Rencana Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya untuk mewajibkan SLF (Sertifikat Like Fungsi) bagi bangunan untuk usaha dan kepentingan publik lainnya belum terwujud. Pasalnya, sampai saat ini masih menunggu kebijakan bupati.

“Awalnya memang ditargetkan tahun ini sudah ada Perbupnya, tapi sepertinya masih jauh, masih menunggu kebijakan beliau (bupati),” ujar Kabid Tata Ruang dan Tata Bangunan pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Bambang Heriyanto kepada kuninganmedia.com, Senin (15/11).

Bagian Hukum Setda sendiri nampaknya tidak mau sembarangan mengeluarkan Perbup, kendati tujuan awal dari SLF sendiri adalah untuk mengendalikan dan mengawasi atas bahaya baik terhadap bangunan maupun lingkungan sekitarnya.

Ditambahkannya, seperti di Probolinggo, suatu bangunan yang digunakan untuk pelayanan publik (instansi pemerintah atau swasta) diwajibkan memiliki SLF. Dimana suatu bangunan harus memenuhi syarat yang ditentukan sesuai perundang-undangan bangunan dan gedung. Diantarannya, adanya fasilitas hydran, pentilasi yang cukup memadai dan fasilitas lainnya.

“Jika bangunan tidak memiliki syarat yang ditentukan, maka SLF pun tidak bisa dikeluarkan. Dampaknya bangunan tersebut tidak bisa beraktiftas sampai syarat-syarat memiliki SLF itu diterbitkan,” katanya. (KM-03)*

Komentar (1)

Rian
Terimakasih atas informasi yang diberikan. Artikel yang menarik, menambah pengetahuan ane nih. makasih sebelumnya gan.

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: