Bupati Minta MUI Tidak Mengulur Waktu Menyelesaikan Soal Ahmadiyah

KUNINGANMEDIA | Selasa, 03 Agustus 2010 18:26
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN : Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda memberikan batas waktu kepada MUI dan Bakorpakem untuk menyelesaikan keputusan terhadap Ahmadiyah paling lambat Selasa (3/8), malam.

“Rapat yang digelar kemarin (Senin, 2/8), memang belum ada keputusan. Baru menyusun hal-hal finishingnya saja, dan ternyata belum juga selesai. Pak Bupati minta kepada MUI untuk tidak mengulur waktu dan keputusannya harus dibuat hari ini juga (Selasa, 3/8),” papar Kabag Humas Setda Kuningan, Drs. Yudi Nugraha.
Keterangan yang diperoleh kuninganmedia.com, pembahasan tersebut memang cukup alot, apalagi persoalan Ahmadiyah menjadi satu soal yang urgen dan kerap tidak ada ujung pangkalnya, kendati pembahasan dan sikap Pemkab Kuningan selalu dilakukan setiap tahunnya, baik melalui penyegelan langsung maupun melalui dialog bersama.
“Memang yang bertindak harus langsung dari pusat, Presiden melalui kementrian. Karena kebijakan daerah, Pemkab bersama MUI dengan mengeluarkan fatwa pelarangan yang dilanjutkan penyegalan secara sah belum ada ujung pangkalnya,”. ujar Nur Mahmudi, tokoh masyarakat asal Cilimus. (KM-03)*

Rp 1,8 milyar Untuk Air Bersih
ANCARAN : Penguatan sarana, infrastruktur maupun pengadaan air bersih di daerah nampaknya menjadi prioritas utama pemerintah pusat, termasuk Kab. Kuningan mendapat kucuran dana sebesar Rp 1, 8 milyar untuk menanggulanginya.
Kepala Dinas Cipta Karya Drs. H. Lili Suherli M.Si., didampingi Kepala Bidang Program Drs. H. Susilo BAE., kepada kuninganmedia.com, belum lama ini menjelaskan, pengerjaan air bersih dan MCK sebesar Rp 1,8 milyar itu bersumber dari DAK untuk delapan paket plus satu paket dari APBD Kuningan. Dana sebesar itu telah dilaksanakan dalam pengerjaan tahap pertama di enam lokasi.
Ke-enam lokasi pengerjaan sarana air bersih itu diantaranya Desa Paniis Kec Pasawahan, Desa Citundun Kec. Ciwaru, Desa Gerba Kec. Karamatmulya, Desa Bungurberes Kec. Cilebak, Desa Haurkuning Kec. Nusaherang dan Desa Bayuning Kec. Kadugede.
Sedangkan yang mendapat sarana MCK itu tersebar di Desa Cilaja Kec. Karamatmulya, Desa Pinara Kec. Ciniru dan Desa Sagaranten Kec. Ciwaru. “Tahap pertama ini sudah rampung, dan mudah-mudahan tahap ke-dua segera bisa direalisasikan setelah SPKnya turun,” ujar Lili. (KM-02)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: