Insiden Meledaknya Pipa PDAM Bukan Karena Get Valve

KUNINGANMEDIA | Senin, 02 Agustus 2010 18:33
Bagikan ke Facebook

MANDIRANCAN :Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kuningan menilai insiden tewasnya petugas PDAM dan meledaknya pipa PDAM di sekitar Plangon Kec. Sumber Cirebon bukan disebabkan pemasangan get valve di bangunan permanen pusat penampungan air Paniis Pasawahan.

“Tidak benar kalau insiden meledaknya pipa PDAM karena get valve yang belum dicabut. Justru dengan get valve itu untuk mengatur air yang mengalir ke Cirebon, pusat penampungan akan lebih aman jika dipasang get valve, lagi pula alat itu kan dipasangnya 2007, dan belum pernah ada insiden yang tewas karena get valve. Jadi menurut Saya, itu insiden, sudah takdir bukan karena get valve,” papar Kepala SDAP Kuningan, Drs. H. Enay Sunaryo M.Si., kepada kuninganmedia.com, Senin (2/8).

Kalaupun kejadian pipa PDAM yang meledak di sekitar Plangon perbatasan Kuningan-Cirebon, menurutnya lebih disebabkan karena dari pusat penampungan Cipaniisnya terbendung oleh korban yang terbawa hanyut. Jangankan setengah jam atau lima belas menit, sekedar lima menit saja hawa air di pusat penampungan itu terhalang, maka daerah aliran tidak akan sanggup menampungnya dan terjadilan ledakan hebat.

Sementara itu, insiden tewasnya Eman Sulaeman (36), karyawan PDAM Cirebon yang juga warga Mandirancan Kuningan tersebut terjadi saat korban membersihkan pusat penampungan air horizontal yang berada di Paniis Pasawahan. Ia dan beberapa rekannya dengan peralatan penyelam dan oksigen turun ke sumur yang berkedalaman 7 meter. Hal itu memang menjadi tugasnya yang dilakukan setiap hari.

Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab korban tewas. Ada dugaan korban tewas karena alat oksigennya tersangkut pipa get valve sehingga bocor dan tidak ada nafas untuk bertahan. (KM-02)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: