MUI Kuningan Minta Sikapi Ahmadiyah Dengan Kepala Dingin

KUNINGANMEDIA | Selasa, 27 Juli 2010 17:57
Bagikan ke Facebook

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, tetap menghargai keinginan Ahmadiyah untuk menggelar dialog terkait pembahasan penyegelan sarana ibadah Ahmadiyah yang dilakukan Pemkab Kuningan.
Sayangnya, rencana dialog membahas penyegelan sarana ibadah Jemaah Ahmadiyah yang siap digelar pada Senin (26/7) malam di gedung DPRD itu batal, karena tak satu pun pengurus Ahmadiyah yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Padahal dari berbagai pihak, diantaranya Bakorpakem, legislatif, eksekutif, Polres, MUI hadir dan siap melakukan kajian terhadap fatwa MUI yang telah menyatakan Ahmadiyah itu dilarang,
Terkait hal tersebut, MUI meminta Ahmadiyah supaya mengerti dan memahami pihak pemerintah, karena rencana penyegelan tersebut ditujukan salah satunya sebagai keamanan jemaah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok organisasi masyarakat.
“MUI tetap konsisten untuk meluruskan para jemaah Ahmadiyah, karena fatwa MUI yaitu melarang Ahmadiyah dan telah merekomendasikan supaya menyegel sarana ibadah yang bertempat di Manislor tersebut,” ujar Ketua MUI, Hafidin Ahmad saat diwawancara via telepon.
Mengenai rencana penyegelan langsung oleh Ormas, menurut Hafidin bukan langkah dan perintah MUI, pasalnya MUI hanya merekomendasikan penyegelan itu secara resmi oleh Bakorpakem melalui Pemerintah dengan personel penertiban dari Satpol PP dan Polres.
“Kami tidak pernah memerintahkan Ormas untuk bertindak anarkis apalagi langsung menyegel sarana ibadah. Kalaupun ada tindakan itu, diluar kewenangan dan tanggungjawab MUI. MUI tetap meminta kepada masyarakat manapun supaya tidak bertindak arogan, dan menghadapinya dengan kepala dingin dan memercayakannya kepada pemerintah,” pintanya. (KM-02)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: