Strategi Kebudayaan

KUNINGANMEDIA | Rabu, 17 Maret 2021 20:04
Bagikan ke Facebook
KM
Dr. Uhar Suharsaputra [Foto: Ajun]

KEBUDAYAAN merupakan hasil daya upaya fikir manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu seiring waktu akibat perubahan lingkungan baik sosial maupun fisikal serta interaksi sosial yang terus meluas, kebudayaan selalu mengalami perubahan, perbedaan hanya dalam kecepatan dan degradasinya.

Perubahan ini tentu  saja bisa terjadi secara natural. Namun, manusia dengan kapasitas berfikirnya yang terus berkembang berusaha mengintervensinya agar perubahan terjadi tanpa menimbulkan kekacauan sosial, sehingga dengan dasar empiris dan pengalaman hidup sosialnya selalu berusaha untuk menjadikan perubahan budaya tetap dalam jalur yang telah menjadi nilai-nilai dasar budayanya. Dari sinilah strategi kebudayaan menjadi penting dan perlu dalam membingkai kehidupan masyarakat.

Dalam kehidupan manusia bila dilihat dari horizon waktu meliputi masa lalu, masa kini dan masa depan. Masa lalu diingat untuk membangun makna yang menjadi nilai-nilai dimasa kini, sehingga masa depan dapat memberikan harapan bagi kehidupan manusia (W. Dilthey). Dalam konteks ini terdapat prinsip kesinambungan, masa lalu dengan masa kini.

Prinsip perubahan dari masa kini ke masa depan itu terbingkai dalam budaya/kebudayaan yang ada dalam kehidupan sosial masyarakat. Kebudayaan itu sendiri (Pasal 1 UU No. 5/2017) adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat, yang dalam konteks nasional disebutkan bahwa kebudayaan Nasional Indonesia adalah keseluruhan proses dan hasil interaksi antar kebudayaan yang hidup dan berkembang di Indonesia. Di sini tersirat makna kebudayaan daerah.

Dalam konteks interaksi tersebut, menurut Ki Hajar Dewantara, terdapat tiga prinsip penting dalam melihat kebudayaan (Nasional dan Daerah), yang sering disebut TRIKON, yakni Kontinyu, Konvergen dan Konsentris. Kontinyu artinya dalam melestarikan kebudayaan asli Indonesia kita harus terus menerus dan berkesinambungan.

Konvergensi (pemaduan) merupakan saling pengaruh dengan cara selektif tanpa paksaan dengan mendasarkan pada nilai-nilai budaya yang dilakukan dengan memilih dan memilah (selektif) sesuai dengan nilai-nilai dasarnya (Pancasila), sekaligus adaktif terhadap perubahan. Konsentris artinya dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia kita harus berusaha menyatukan kebudayaan nasional kita dengan kebudayaan dunia (global) dengan catatan harus tetap berpegang pada ciri khas kepribadian bangsa Indonesia.

Strategi Kebudayaan menunjukan tentang arah Pemajuan Kebudayaan yang berlandaskan pada potensi, situasi, dan kondisi Kebudayaan Indonesia untuk mewujudkan tujuan nasional (UU No 5/2018). Hal tersebut perlu diupayakan manusia melalui belajar dan merancang kebudayaannya. Strategi Kebudayaan tidak hanya menyangkut masalah kebijakan pemerintah tentang kebudayaan, tapi lebih luas dari itu. Strategi kebudayaan berakar dari pertanyaan dalam diri manusia yang diperjuangkan oleh semua kalangan.

Pertanyaan itu seperti misalnya : bagaimana manusia dapat memberikan jawaban tepat mengenai pertanyaan-pertanyaan besar yang menyangkut tujuan hidupnya, makna kehidupan ini, norma-norma yang mengatur kontak antar manusia dan perkembangan masyarakat secara tepat dan lain-lain.

Semua itu bukanlah sesuatu yang secara alami bisa diketahui oleh manusia, tetapi harus melalui proses belajar. Dalam memahami keterkaitan kebudayaan sebagai hal dasar dari manusia dan kebudayaan sebagai perencanaan masa depan. Maka karena itu, kebudayaan di sini diletakkan sebagai sebuah instrumen (CA Van Peursen).

 Kebudayaan menjadi instrumen bagi kehidupan manusia dan instrumen untuk menjadikan budaya sebagai bagian yang melekat dalam kehidupan manusia adalah pendidikan dan belajar. Pendidikan dan belajar menjadi instrumen utama dalam menjadikan manusia berbudaya.

Oleh karena itu konten pendidikan sebagai belajar terkontrol, dalam berbagai tingkatan dan jalurnya, memerlukan penguatan agar kebudayaan tetap terjaga. Dalam upaya tersebut itulah pentingnya Strategi Kebudayaan menjadi cara untuk dapat menjadikan masyarakat dapat belajar dan menginternalisasikan nilai-nilai budaya sebagai identitas utama manusia dalam konteks kehidupan sosial masyarakat (Daerah, Bangsa Universal).

Hal ini menunjukan bahwa upaya memperkuat, memajukan, kebudayaan menjadi tanggung jawab bersama sesuai posisi dan perannya masing-masing dalam kehidupan sosial.

Strategi Kebudayaan merupakan cara dan upaya untuk menjadikan kebudayaan sebagai identitas sosial dalam lingkup masyarakat, dia tidak hanya berbicara tentang pelestarian budaya, namun juga pengajuan, pengembangan budaya, karena perubahan-perubahan akan terus terjadi.

Perubahan yang menuju pada kuatnya identitas budaya memerlukan cara dan langkah bersama serta rancangan tindakan yang dapat membantu, mendorong kuat dan berkembangnya budaya masyarakat, sehingga ketahanan budaya dapat terwujud melalui kebijakan dan tindakan yang terstruktur, sistematis sebagai bagian pemajuan kebudayaan yang upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah-tengah peradaban duni melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.*

Penulis : Dr. Uhar Suharsaputra, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kuningan

Kuningan, 17 Maret 2021 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: