Solusi Dalam Menangani Kotoran Hewan Sapi

KUNINGANMEDIA | Sabtu, 05 September 2020 11:38
Bagikan ke Facebook
KM
Solusi Dalam Menangani Kotoran Sapi [Foto: ]
KELUHAN sejumlah warga Dusun Palutungan Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terkait soal air bersih tercemar limbah atau kotoran hewan sapi sebenarnya sudah sejak tiga bulan lalu. Namun baru kini mecuat ke setelah ada pengaduan warga kepada pemerintah desa unsur Muspika Kecamatan Cigugur, Dinas Lingkungan Hidup serta  DPRD Kabupaten Kuningan.
 
Seperti dituturkan oleh Ketua Kelompok Peternak Sapi Dusun Palutungan, Yudi, warga mengadu karena kotoran hewan sapi berdampak pada pencemaran air yang seama ini dimanfaatkan masyarakat terutama untuk mengairi lahan pertanian.
 
“Memang banyak warga resah, sebab kotoran sapi dari beberapa lokasi kandang ternak milik warga yang dibuang ke saluran air yang selama ini dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian,” kata Ketua Kelompok Peternak Sapi Dusun Palutungan, Yudi.
 
Oleh sebab itu, sambungnya, warga mengadukan persoalan itu kepada pihak terkait dengan harapan mendapat tanggapan guna menyelesaikan persoalan tersebut. Pengaduan disampaikan melalui penyebaran beberapa keping video yang menggambarkan tercemarnya air di sekitar dusun tersebut.
 
Setelah kepingan-kepingan video diterima oleh pihak terkait, atas inisiatif Dinas LIngkungan Hidup Kabupaten Kuningan, menggelar rapat mendadak di Kantor Pemerntah Desa Cisantana mencari solusi permasalahan yang terjadi.
 
Menurut Yudi, hasil rapat itu melahirkan dua solusi sementara yaitu, peternak yang belum memiliki ipal melakukan penampungan kotoran hewan (Kohe) di kandangnya masing-masing. Selain itu peternak juga menuntut kepala desa untuk memberikan lahan pembuangan kotoran hewan serta  membuat ipal komunal di tanah bengkok.
 
“Permasalahan ini bukan artiny sepenuhnya tanggungjawab peternak, namun  permasalahan yang komplek dan memang membutuhkan penanganan serius dari aparat desa. Sebab terjadinya pembuangan limbah ke air warga dikarenakan pipa penyambung kotoran hewan  yang di buang ke tanah bengkok atau  lebak gede dipotong warga,” paparnya.
 
 
Kepala Desa Cisantana, Ano Suratno,  berjanji akan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Dusun Palutungan. 
 
 “Saya akan menindaklanjuti dengan cara mendatangi pemilik kandang peternak dan petani yang melakukan pemecahan paralon. Peternak yang membuang kotorannya ke air warga akan diperintahkan membuat ipal. Atau untuk sementara membuat penampungan kotoran hewan,” Kata Ano.
 
Meski dalam jangka panjang  mengatasi persoalan ini belum menemukan solusi, namun ia berharap berharap persoalan ini bisa segera bisa diatasi i sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
 
“Kami sudah melakukan rapat dan membahassnya secara parsial, yakni mengatasi sementara sebab jangka panjangnya belum menemukan solusi. Namun demikian, kendati sementara tapi bisa mengtasi beberapa tahun sebelum ada teknologi canggih yang mampu mengatasi persoalan kotoran hewan,”paparnya.
 
Sementara,  anggota Komisi III DPRD Kab. Kuningan, Sri Laelasari, menyatakan persoalan ini harus mendapat perhatian serius. Untuk itu pihaknya akan menyampaikannya   melalui rapat-rapat komisi supaya ada political will dari legislatif dan eksekutif untuk mengeksekusi permasalahan ini. 
 
“Tidak hanya yang terjadi di wilayah Palutungan, tapi menyeluruh di Kecamatan Cigugur yang merupakan wilayah terbesar di Kabupaten Kuningan warganya memelihara hewan ternak,” kata Sri Laelasari.
 
Kepala DInas LIngkungan Hidup Wawan Setiawan melalui Kasi Pembinaan dan Penegakan Hukum Engkos Kosasih mengungkapkan. Urusan peternakan tidak semata-mata tugas pokok Dinas Lingkungan Hidup. Dinas LIngkungan HIdup hanya menangani pencemarannya saja dan upaya terjadindya pencamaran.
 
“Upaya pencemarannya sudah kita lakukan dengan cara membuat Biogas dan meminta supaya peternak membuat ipal. Sebagian memang sudah membuat ipal namun masih ada peternak yang belum membuatnya sehingga membuang kotorannya ke sungai dan itu dilarang sesuai amanat undang-undang,” kata Engkos. 
 
Ia menambahkan,  pihaknya mendukung atas persoalan ini dengan kan berbagai solusi terbaik kepada peternak. Yang pertama menawarkan kohenya dimasukan karung dan disimpan di jalan untuk diangkut ke penampungan sesuai perintah Bapak Bupati Kuningan. Pembuangannya ada beberapa lokasi yaitu daerah Gegerhalang, Kebun Raya Kuningan dan tanah Pemda yang ada di Cipari sebelah selatan. Solusi kedua adalah membuat bak penampungan kotoran hewan sebelum diangkut dan dikeringkan. (AM)
 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: