BID Harus Menjadi Opsi Pilihan Dalam Pembangunan Desa

KUNINGANMEDIA | Kamis, 11 Juli 2019 06:12
Bagikan ke Facebook
KM
Bursa Inovasi Desa Zona IV di Desa Sukamaju, Kec. Cibingbin [Foto: Jun]

BURSA Inovasi Desa (BID) Zona IV yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Rabu (10/7/2019), diharapkan menjadi salah satu opsi pilihan pemerintah desa dalam pencapaian tujuan pembangunan terutama dalam menggali potensi-potensi lokal.

Ada 65 desa dari 6 kecamatan yang mengikuti BID di zona itu, meliputi desa yang berada di Kecamatan Cibingbin, Cibeureum, Karangkancana, Ciwaru, Luragung dan Kecamatan Cimahi, dibuka secara resmi oleh Camat Cibeureum Drs. Pulung Sugandi. BID ke-tiga kalinya setelah Zona Satu dan Zona Tiga tersebut nampak mendapat sambutan antusias dari para kepala desa, BPD maupun tokoh masyarakat lainnya di enam kecamatan tersebut..

“Sekarang para kepala desa lebih memahami pentingnya BID, apalagi dengan kehadiran P2KTD (Penyedia Pelayanan Kapasitas Teknis Desa) yang bisa mengawal dan mendampingi desa dalam berinovasi serta mengembangkan potensi desa yang ada,” papar Ketua Pelaksana, Yoyo Suryaka, S.Pt.

Oleh sebab itu kehadiran P2KTD yang salah satu tujuannya untuk mewujudkan kegiatan pembangunan desa yang inovatif dan lebih berkualitas layak mendapat sambutan hangat pemerintah desa.BID mempertemukan pihak-pihak yang akan terlibat dalam PID, termasuk di dalamnya yaitu unsur TPID dan P2KTD.

Melalui kerjasama TPID dengan P2KTD dalam Bursa Inovasi Desa itu juga diharapkan pemerintah desa dapat membuka wawasan dalam menggunakan aliran dana desa untuk lebih mengarah pada pemberdayaan masyarakat. BID merupakan ajang pertukaran ide-ide kreatif dalam pembangunan desa, bukan ajang pameran dalam bentuk barang.

Bursa tersebut untuk membantu desa dalam meningkatkan kualitas pembangunan melalui pertukaran pengetahuan kegiatan inovatif untuk memberi inspirasi dan alternatif. Melalui BID, desa melihat praktik cerdas oleh desa lainnya. Yoyo menambahkan, BID Zona IV tersebut menghasilkan 162 komitmen. Sebanyak 63 komitmen bidang infrastruktur, 70 komitmen bidang ekonomi/kewirausahaan dan 28 komitmen bidang SDM.

Hadir dalam acara tersebut, para camat, kepala desa, BPD, sejumlah tokoh masyarakat. Selain itu, unsur Tim Inovasi Kabupaten (TIK), TIM TAPM, P2KTD, TPID, PD, PDTI dan PLD pun terlibat dalam bursa yang berlangsung cukup kreatif itu. BID yang dilakukan dengan sistem zonasi sendiri, Kabupaten Kuningan adalah kabupaten pertama di Jawa Barat yang menggelarnya, termasuk dalam penjaringan P2KTD. (Nung)***

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: