Video Viral Sambutan Acep Purnama

Tidak Mengandung Unsur Pelanggaran Pidana Pemilu

KUNINGANMEDIA | Selasa, 26 Februari 2019 21:03
Bagikan ke Facebook
KM
Ketua Bawaslu Kab. Kuningan, Jubaedi (dua kanan) [Foto: ]

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kuningan, menyatakan video viral sambutan Acep Purnama pada Deklarasi Tim Akar Rumput (TAR) di Hotel Purnama Mulia Cigugur, Sabtu (16/2/2019 ), tidak terbukti mengandung unsur tindak pidana pemilu.  Pasalnya, kegiatan itu  bukan   sebuah  kegiatan kampanye.

“Pengertian  Kampanye  dalam Undang-undang  Nomor  7  Tahun  2017 tentang Pemilu, yakni kegiatan peserta pemilu atau  pihak lain  yang ditunjuk   oleh  peserta   pemilu   untuk   meyakinkan  pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/ atau citra diri  peserta pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan, Jubaedi, SH., Kordiv Penanganan Pelanggaran, Ondin Sutarman, S.IP., kepada para wartawan,  Selasa (26/2/2019).

Selain itu, sambungnya, kegiatan  tersebut  tidak  dihadiri  secara  langsung  oleh  pelapor  dan saksi.    Sehingga   saksi   yang   diajukan    pelapor  tidak   memenuhi ketentuan   sebagai  saksi,  yaitu  yang  mendengar  sendiri,  melihat sendiri dan mengalami sendiri secara langsung dalam suatu peristiwa yang diduga tindak pidana.

Ia menambahkan, bukti  yang  diberikan  pelapor  didapatkan   bukan   secara  langsung merekam kegiatan  tesebut,  hanya  melalui media sosial dengan cara mengunduhnya dan dalam berupa screenshoot.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Kuningan menerima laporan atas dugaan pelanggaran pemilu terkait Video Viral Sambutan  Acep Purnama dalam acara Deklarasi Tim Akar Rumput (TAR) itu. 

Berdasarkan   penerimaan  laporan   nomor  :       001    /  LP   /  PP   /  Kab.

Kuningan  /  13.20  / II /  2019 atas nama  Ade  Sumiardi terkait dengan Video  Viral sambutan Acep  Purnama dalam acara deklarasi Tim Akar  Rumput yang dilaporkan pada hari senin tanggal 18 Februari 2019 dengan   membawa   alat   bukti    berupa    screenshoot   berita  salah satu media online,   screenshoot  youtube,   dan  screenshoot  whatsApp grup,   juga  membawa  2   orang   saksi  bernama   Hermawan  dan   Dede Muhidin.

 Dengan adanya laporan tersebut, Bawaslu Kabupaten Kuningan   melakukan langkah  pengumpulan data dan   alat  bukti,  serta  meminta  keterangan kepada para pihak termasuk kepada Acep Purnama selaku Terlapor, pada  Rabu ( 20/2/ 2019). 

“Kami    sudah   melakukan serangkaian  tindakan  penanganan  laporan  pelanggaran  pemilu sebagaimana diatur Perbawaslu No. 7 Tahun 2018 tentang Penanganan temuan dan laporan  pelanggaran, dan  Perbawaslu No.  31  Tahun  2018 tentang Sentra Gakkumdu.  Selain itu laporan tersebut  dibahas  oleh Sentra  Gakkumdu  yang terdiri  dari tiga  unsur yaitu Bawaslu, Kejaksaan,  dan Kepolisian,” papar Jubaedi.

Berdasarkan hasil kajian  dan keterangan dari para pihak dalam hal ini Pelapor,  Saksi,  Terlapor,  ahli yang dalam hal ini  KPU  dan juga Sentra Gakummdu,  maka hasil rapat pleno memutuskan bahwa dugaan pelanggaran  tindak  pidana  pemilu atas  laporan  Ade   Sumiardi  terkait Video  Viral Sambutan Acep Purnama tidak terbukti mengandung unsur tindak pidana pemilu. (AM)

 

 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: