Kecerdasan Masyarakat Dalam Memposisikan Media Sangat Dibutuhkan

KUNINGANMEDIA | Ahad, 04 November 2018 19:25
Bagikan ke Facebook
KM
Koordinator Pengawasan Penyiaran KPID Jabar, Mahi M. Hikmat [Foto: ]

MEDIA kini menjadi bagian hidup masyarakat, sebagai gaya hidup atau bagian dari media hiburan dan pembelajaran. Khusus media penyiaran penetrasinya semakin kuat dan hampir mengepung semua sendi kehidupan masyarakat.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kini sedang gencar mengkampanyekan literasi media. Hal itu  dilakukan sebagai satu gerakan sosial kemasyarakatan guna mendorong kesadaran masyarakat dalam  memahami, mengunakan serta  menilai media yang benar dan tepat.

Sebagaimana dikatakan  Koordinator Pengawasan Penyiaran KPID Jawa Barat, DR. Mahi M. Hikmat, pada perbincangan di Radio KUNINGAN FM belum lama,  kecerdasan masyarakat dalam memposisikan media mutlak dibutuhkan saat ini.

 “Media tidak bebas nilai, bahkan media mempunyai nilai-nilai dan logikanya sendiri yang dapat mempengaruhi sikap, karakter, dan pandangan masyarakat. Dengan kata lain, media mempunyai sisi positif dan negatif yang mempangaruhi pola hidup dan membentuk sebuah budaya.

Menurutnya, sisi positif didapat ketika media menyajikan materi positif yang dibutuhkan oleh masyarakat dan masyarakatnya sendiri mengambil manfaat dari program tersebut.

Disamping itu masyarakat juga mampu bersifat otonom dalam menilai, menganalisis dan menentukan sikapnya tanpa terpengaruh oleh siaran bermuatan negatif media.

"Upaya ini tentu saja harus dilakukan oleh semua elemen, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, orang tua, guru, regulator penyiaran dan lembaga penyiaran," imbuhnya.

Pemerintah dapat berperan dengan membuat kebijakan yang pro-literasi media, baik melalui peraturan-peraturan pemerintah, kurikulum pendidikan dan dukungan anggaran.

 Begitu pula  orang tua dan guru  sangat berperan dalam pendidikan anak-anak dalam proses pemahaman dan pendampingan anak saat menonton atau mendengarkan  media penyiaran.

“Tidak kalah pentingnya  lembaga masyarakat dapat melakukan penetrasi pemahaman literasi media kepada masyarakat multisegmen. Peran penting regulator dan pemilik industri  diharapkan mempunyai sensitifitas pada kebutuhan dan kondisi budaya,” tandasnya. (AM) 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: