Gerakan Gusdurian Muda Kota Malang Live In Manislor

KUNINGANMEDIA | Senin, 15 Oktober 2018 21:27
Bagikan ke Facebook
KM
SN1539612989.jpg [Foto: ]

SEBANYAK 20 orang pemuda asal Kota Malang yang tergabung dalam Gerakan Gusdurian Muda singgah di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, 12-14/10/2018). Mereka mengikuti kegiatan LIve In Sahabat Ahmadi Manislor selama tiga hari.

“Sebenarnya ada maksud terselubung, saya mengikuti kegiatan Live In ini”, ujar Wahyu sambil tertawa kecil. Mengklarifikasi opini-opini negatif tentang Ahmadiyah yang ada dipikiran adalah tujuan utama kedatang saya ke Manislor.
Di luaran sana, masyarakat masih menganggap bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam, sholatnya tidak menghadap ke kiblat, kitab sucinya bukan Al-Qur’an, naik hajinya pun tidak ke Mekah dan mereka tidak mempercayai bahwa nabi Muhammad adalah nabi terakhir.

“Semua itu adalah fitnah!”, tegas Nurhalim. Nurhalim juga menjelaskan bahwa selama ini banyak yang masih salah paham dengan kebohongan-kebohongan tersebut. Kegiatan Live In ini menjadi langkah awal untuk meluruskan kesalahpaham yang selama ini disimpan dan disebarkan tanpa mencari kebenarannya langsung.

Pemuda Gusdurian menyaksikan langsung bagaimana sholatnya Ahmadiyah, bagaimana aktivitas warga Ahmadiyah, dan mengkaji secara mendalam bagaimana aqidah dan fiqih Ahmadiyah.

Mencari kebenaran secara langsung dengan mata, kepala, dan telinga sendiri, tidak apa kata orang lain merupakan hal positif yang harus diapresasi.

“Tidak hanya sekedar duduk mendikusikan sebuah materi, tetapi kegiatan Live In mengajak pemuda Gusdurian berkunjung ke beberapa tempat pengusaha di Manislor dan mengenal juga melihat Sembilan masjid Ahmamdiyah.”, ungkap Fiqi Mansih Nuramdan selaku ketua pelaksana.
Gedung Perundingan Linggarjati menjadi tempat kunjungan terakhir peserta dalam rangkaian kegiatan Live In. Berkumpul dan mengenal satu sama lain, duduk bersama mempererat silaturahmi dengan beralaskan tikar menggambarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk kita menjadi sebuah keluarga.

“Saya sangat senang bisa bertemu dengan pemuda Gusdurian Kota Malang, mereka sangat ramah dan bersahabat. Kami saling bertukar pikiran, salah satunya memaknai kutipan Hazrat Mirza Tahir Ahmad bahwa Tuhan itu cinta, Tuhan itu damai, cinta itu tidak pernah menimbulkan kebencian, perdamaian tidak akan pernah mengarahkan pada perang. Love For All, Hatred For None. Cinta untuk semua, kebencian tidak untuk siapapun. Mari kita wujudkan Islam yang damai!”, ucap Aulia Fauziah.*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: