Pilkada 2018

Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara

KUNINGANMEDIA | Kamis, 15 Februari 2018 22:12
Bagikan ke Facebook
KM
SN1518668498.jpg [Foto: ]

PEMILIHAN kepala daerah (Pilkada) serentak  tinggal menunggu hitungan bulan,  27 Juni mendatang. Selain merupakan agenda Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan,  Pilkada yang dijadwalkan akan digelar pada 27 Juni mendatang uga merupakan Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Beberapa tahapan telah dilewati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan yang telah menetapkan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, bahkan  masing-masing calon bupati dan wakil bupati itu  telah mendapat nomor urut melalui rapat pleno yang digelar satu hari setelah tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan ditetapkan.

Seperti telah diinformasikan sebelumnya, ada sebanyak tiga calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan yang akan bersaing  pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan itu.

Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan itu  yakni dr.Toto Taufikurrahman Kosim dan Yosa Octora Santono, S.Si., M.M diajukan oleh partai politik Demokrat, PKB, PPP dan PKS mendapat nomor urut satu.

Sementara,  pasangan H. Dudi Pamuji, S.E., M.Si., dan H. Udin Kusnaedi., S.E., yang diusulkan partai politik atau gabungan partai politik PAN, Golkar dan Gerindra.mendapat nomor urut dua.

Sedangkan pasangan H. Acep Purnama, SH., MH., dan M. Ridho Suganda, SH, M.Si., M.Si., diajukan oleh partai politik PDIP dan NasDem mendapat nomor urut tiga.

Semua sepakat dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuingan maupun Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat berjalan lancar dan damai sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan pemilihan umum .

Sebagaimana dikatakan Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Kelembagaan Panwaskab Kuningan, Abdul Jalil Hermawan, calon bupati dan wakil bupati yang memberikan uang kepada masyarakat terkait pemenangan pemilu adalah pelanggaran yang bisa kena sangsi pidana, begitu pula bagi yang menerimanya.

Untuk menghindari hal tersebut, Panwaskab Kuningan menggelar Deklarasi Tolak dan Lawan Politik/Politisasi Sara Untuk Pilkada 2018 Berintegritas, di Hotel Horison Tirta Sanita, Rabu (14/2/2018).

Pada acara deklarasi yang dihadiri tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, tim pemenangan masing-masing calon, para pendukung serta elemen masyarakat lainnya, Panwaskab Kuningan mengajak masyarakat untuk menolak Politik uang dan politisasi sara  pada Pilkada mendatang. (AM)*

 

 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: