Konservasi Alam Berdampak Nilai Ekonomi

Ajun Mahrudin | Jum'at, 28 Juli 2017 01:44
Bagikan ke Facebook
KM
Tiga anggota pramuka sedang menanam bibit pohon di lahan bekas galian batu sekitar Desa Cileuleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, beberapa waktu lalu.C [Foto: AJUN MAHRUDIN/GALURA]

KABUPATEN Kuningan termasuk daerah yang cukup strategis. Selain berfungsi sebagai penyangga kabupaten/kota di wilayah III Jawa Barat atau lebih dikenal dengan sebutan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), kabupaten yang terletak di ujung timur Propinsi Jawa Barat, boleh dikatakan daerah hulu dan daerah resapan air yang kaya dengan potensi sumber daya alam terutama air.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tim teknis Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan, di sekitar kawasan hutan lereng Gunung Ciremai wilayah Kabupaten Kuningan sedikitnya ada 120 titik mata air. Potensi sumber daya air itu terus dipelihara serta dikelola oleh pemerintah daerah sehingga bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya masyarakat Kabupaten Kuningan, masyarakat luar daerah pun seperti Kota Cirebon turut merasakan manfaat yang sama melalui pasokan air bersih yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Kuningan maupun yang dikelola langsung oleh PDAM Kota Cirebon.

“Memang, kami pemerintah daerah secara bertahap terus menggali potensi sumber daya air,, diharapkan manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujar Bupati Kuningan H. Acep Purnama, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dalam pengelolaan air harus dilakukan dengan baik. Artinya mengutamakan keselamatan lingkungan, disamping memperhatikan keserasian antara hulu dan hilir. Pengelolaan sumber air yang baik akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.. Jika tidak, tak menutup kemungkinan akan menimbulkan persoalan misalnya krisis air.

Oleh sebab itu, Acep berharap potensi sumber daya air harus terus dipelihara agar lestari. Caranya, tidak melakukan penebangan pohon sembarangan terutama di sekitar sumber air. Selain itu program penghijauan harus digalakan. Apalagi Kabupaten Kuningan sudah mendeklarasikan sebagai kabupaten konservasi.*

Program Unggulan Berbasis Lingkungan

Untuk memelihara kelestarian lingkungan terutama sumber air, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya mendorong masyarakat untuk berperan aktif menjaga serta memelihara keselamatan lingkungan alam di beberapa kawasan hutan terutama sekitar kawasan hutan lereng Gunung Ciremai.

Hal itu dilakukan melalui beberapa program berbasis lingkungan, diantaranya Program Pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan), Program Seruling (Siswa Peduli Lingkungan) dan Program Apel (Aparatur Peduli Lingkungan) yang terbukti sangat ampuh dalam membangun komitmen Kuningan sebagai kabupaten konservasi.

Program Pepeling yakni satu program berbasis lingkungan melibatkan pasangan pengantin yang baru selesai melaksanakan akad nikah. Pasangan pengantin itu diwajibkan untuk menyerahkan beberapa batang bibit pohon tahunan kepada pemerintah desa untuk ditanam  di lahan-lahan yang membutuhkan penghijauan.

Selanjutnya, Program Seruling yakni satu program yang melibatkan siswa baru dianjurkan untuk menyumbangkan beberapa batang bibit pohon saat siswa baru itu pertama kali masuk sekolah. Sedangkan Program Apel yakni melibatkan PNS yang baru naik pangkat atau jabatan..

"Merawat dan menjaga sumber daya alam dengan cara menanam serta memelihara pohon, tentu akan terasa manfaatnya pada masa yang akan datang. Dengan menanam satu batang bibit pohon artinya kita telah mewariskan untuk kehidupan generasi yang akan datanng,” paparnya.

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr. Ir. Kadarsah Suryadi), dalam satu kesempatan mengatakan, Kabupaten Kuningan yang kaya potensi sumber daya air punya peran penting dalam menjaga ketersediaan air. Sejumlah program yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, menurut Kadarsah Suryadi, sangat tepat dan perlu ditingkatkan agar potensi sumber daya air itu bisa dinikmati masa kini dan masa yang akan datang..

“Menurut para ahli, kini konflik dunia 70% disebabkan oleh adanya rebutan sumber energi khususnya minyak bumi dan gas. Seiring dengan bergesernya waktu jumlah penduduk bumi semakin meningkat, lahan kosong semakin berkurang, akhirnya konflik dunia akan bergeser dari berebut sumber energi minyak dan gas bumi beralih berebut pangan dan air,” papar Kadarsah Suryadi, saat berbincang dengan penulis, di Kuningan, beberapa waktu lalu.

Kadarsah yang pituin Kuningan, berpedapat mata air di Kabupatén Kuningan penting untuk dipelihara agar tidak musnah. Selain itu, untuk meyakinkan kandungan air Pemerintah Kabupaten Kuningan perlu melakukan penelitian terkait kualitas air maupun kemungkinan masih banyak potensi yang sumber air yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Saya mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah lama mendeklarasikan Kabupaten Kuningan sebagai daerah konservasi. Potensi sumber daya alam Kuningan cukup banyak, salah satunya potensi sumber daya air yang mungkin menjadi salah satu produk unggulan daerah,” tegas Kadarsah Suryadi.

Pada salah satu acara di Kabupaten Kuningan, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar, menyatakan Kabupaten Kuningan termasuk daerah yang konsisten dalam melaksanakan pembangunan konservasi alam di Jawa Barat.. Beberapa daerah di wilayah III Jawa Barat telah merasakan manfaat air bersih dari Kabupaten Kuningan .

Oleh sebab itu, sumber air jangan sampai hilang bahkan di sekitar sumber air harus ditanami bibit pohon. Pohon merupakan salah satu sumber kehidupan, tampa pohon manusia dan mahluk hidup lainnya akan musnah. Diantara ribuan pohon berfungsi untuk oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Satu pohon yang ditanam mampu menghidupi dua manusia yang membutuhkan oksigen.

“Itu satu pohon, bayangkan kalau satu miliar pohon yang ditanamnnya tentu akan mewariskan salah satu sumber kehidupan untuk generasi yang akan datang," kata Deddy Mizwar.

Kebun Raya Kuningan

Telah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mewujudkan Kabupaten Kuningan sebagai daerah konservasi. Contohnya, dengan dibangunnya Kebun Raya Kuningan (KRK) di Desa Padabeunghar, Keamatan Pasawahan, itu sebagai langkah untuk mendorong semangat masyarakat dalam melestarikan kawasan hutan.agar bisa dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat.

"Pembangunan Kebun Raya Kuningan berdasarkan terhadap pertimbangan adanya lahan yang tidak produktif, yang di dalamnya menyimpan potensi beragam hayati luar biasa," kata Bupati Kuningan H. Acep Purnama.

Selain itu, juga berawal dari kepentingan untuk menyelamatkan areal resapan air yang terdapat di wilayah utara Kabupaten Kuningan, dipertegas dalam kerangka implementasi Kabupaten Kuningan sebagai kabupaten konservasi yang telah diwujudkan dalam bentuk pembangunan sumber daya alam.

Kebun Raya Kuningan yang memiliki luas lahan lebih dari 120 hekatr, mulai dibangun pada tahun 2005, digagas oleh Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan pada masa Bupati H. Aang Hamid Suganda. Pada bulan November 2015, Kebun Raya Kuningan diresmikan oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain.

“Pembangunan Kebun Raya merupakan konsep pengelolaan kawasan yang mensinergikan upaya konservasi dengan pembangunan ekonomi berbasis kehidupan,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain.

Menurut Iskandar Zulkarnain, menyelamatkan lingkungan dan sumberdaya keanekaragaman hayati merupakan sebuah upaya untuk menegakan keadilan antar generasi. Apabila semua kekayaan alam yang bisa dijadikan modal pembangunan tidak dijaga, itu sesungguhnya tidak melakukan keadilan.

Ada beberapa zona atau area yang dimiliki Kebun Raya Kuningan. Diantaranya Zona penerima, pendukung, pendidikan lingkungan, kantor penelitian, konservasi, rekreasi aktif, pelayanan, konservasi rekreasi. konservasi koleksi tumbuh-tumbuhan, Zona-zona Kebun Raya Kuningan. kaya dengan berbagai jenis tumbuhan, Bukan hanya memiliki jenis pohon tipikal lokal Kuningan, tapi juga tipikal lokal Jawa Barat dan pulau Jawa bahkan tipikal Indonesia serta jenis pohon tipikal beberapa negara.

Kini Kebun Raya Kuningan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui lembaga Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebun Raya Kuningan. Keberadaan Kebun Raya Kuningan hingga pertengahan tahun 2017 masih dalam penyempurnaan terutama pembenahan infrastruktur jalan dan sarana penunjang lainnya.*AJUN MAHRUDIN/GALURA

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: