Gerakan Tenatara Pelajar di Kuningan (3)

KUNINGANMEDIA | Kamis, 06 Oktober 2016 00:54
Bagikan ke Facebook
KM
ilustrasi [Foto: Zoen Mahardika]

 Tahun 1948, para pelajar SM dan yang lannya mengadakan peringatan Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus yang bertempat di Lapang Gasik. Dalam peringatan itu, para pelajar mengadakan upacara menaikkan bendera kebangsaan Sang Merah Putih. Kejadian ini tidak dikehendaki oleh tentara Belanda, sehingga peserta upacara disteling oleh Belanda dengan menggunakan tank baja.

Beberapa pelajar ditangkap dan ditahan selama dua hari dua malam di gedungtangsi Belanda (Sekarang SMA Negeri I Kuningan). Atas pertolongan seorang jaksa bernama Pulung Jumarta, para pelajar dilepaskan. Ternyata mereka tidak jera dan terus melakukan kegiatan.

Dalam rangka politik devide et impera (memeah belah), dengan dalih melaksanakan Perjanjian Linggajati, Belanda turut mensponsori terbentuknya negara-negara bagian, tak terkecuali di Jawa Barat. Seiring dengan hal itu, di Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 14 Mei1947, R.M Suriakartalegawa, melalui alat Partai Rakyat Pasundan (PRP) yang dipimpinnya dengan dukungan penuh pemerintah pendudukan dan serdadu Belanda, memproklamasikan berdirinya Negara Pasundan.

Karena proklamasi tersebut tidak mendapat dukungan rakyat Jawa Barat, maka untuk tujuan yang sama ditempuh cara lain. Cara dimaksud adalah melalui Konferensi Rakyat Jawa Barat, seolah-olah tujuan itu dicapai sebagai hasil kesepakatan rakyat Jawa Barat . Ada tiga kali Konferensi Jawa Barat yang diselenggarakan di Bandung pada akhir 1947 dan awal 1948. Hasilnya, pada tanggal 2 Maret 1948 ditetapaan berdirinya Negara Pasundan. yang dua hari kemudian terpilih sebagai kepala negaranya (Wali-Negara) ialah R.A.A Wiranatakusumah.

Dikutip Dari : Buku Sejarah Perjuangan Rakyat Kuningan (Dewan Harian Cabang Angkatan '45 Kabupaten Kuningan).

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: