IPM Kabupaten Kuningan Naik 0,41 Poin

Zoen Mahardika | Rabu, 23 Desember 2015 14:58
Bagikan ke Facebook
KM
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda berbincang dengan salah satu siswa [Foto: Zoen]

JL. L. RE. MARTADINATA, (KM): Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kuningan selama satu tahun terakhir ini (2014-2015) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selama periode tersebut, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat 0,41 poin yakni dari 73,70 menjadi 74,11.

Hal itu salah satu di antaranya dicerminkan dengan Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang pada tahun 2015 mencapai sebesar 98,71 persen

. Menurut Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Kuningan (bappeda0, Wahyu Hidayah M.Si, itu artinya pada tahun 2015 penduduk Kabupaten Kuningan yang berumur 15 tahun ke atas hanya 1,29 persen yang belum bisa membaca dan menulis.

"Sumbangan peningkatan IPM dari komponen AMH ini sangat sulit, karena hampir mencapai 100 persen. Kondisi riil di lapangan, penduduk yang tidak bisa membaca dan menulis yaitu orang tua berusia lanjut dan sudah tidak lagi termotivasi untuk bisa baca tulis," kata Wahyu Hidayah.

Selain AMH, sambung Wahyu, komponen pendidikan lainnya yang disertakan sebagai indikator pendidikan adalah rata-rata lama sekolah (RLS). Terjadi peningkatan pada komponen ini, di mana pada tahun 2014, RLS di Kabupaten Kuningan adalah 8,78 tahun menjadi 8,82 tahun pada 2015.

Menyinggung aspek ksehatan, secara umum perkembangan Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Kuningan selalu mengalami peningkatan. AHH tahun 2014 adalah 71,07 tahun meningkat 0,39 poin pada tahun 2015 menjadi 71,46 tahun Meningkatnya AHH dari tahun ke tahun mengindikasikan bahwa derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kuningan semakin membaik.

Untuk mewujudkan manusia yang berkualitas, upaya perbaikan derajat kesehatan masyarakat mutlak diperlukan karena kualitas kehidupan manusia merupakan tujuan dari seluruh pembangunan. Tak terkecuali komponen daya beli yang menjadi indikator penentu IPM Komponen ini direpresentasikan oleh pengeluaran perkapita per tahun yang disesuaikan (Purchasing Power Parity/PPP), diantara semua komponen IPM, tampaknya komponen inilah yang paling memungkinkan memberi sumbangan daya ungkit yang lebih besar pada IPM. Wahyu menjelaskan, Indeks daya beli masyarakat Kabupaten Kuningan mengalami peningkatan sebesar 0,4 dari indeks 59,11 pada tahun 2014 menjadi 59,51 pada tahun 2015.

"Apabila dilihat berdasarkan nominalnya,Daya Beli pada tahun 2014 adalah Rp.555.800,- menjadi Rp.557.490,- pada tahun 2015," imbuhnya.

 Kepala Bappeda Drs. H. Maman Suparman, M.M memaparkan, bahwa gambaran IPM 2015 menunjukkan keberhasilan Pemerintah Daerah dalam pencapaian target kinerja tahun 2015 sebagaimana tercantum pada indikator kinerja RPJMD 2014-2018.

“Kita patut bersyukur perencanaan yang telah disusun setiap tahun melalui RKPD dan pelaksanaan program di jajaran SKPD sudah memenuhi sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Maman Suparman. Menurut Maman, pencapaian kinerja pembangunan tersebut tidak akan terwujud dengan sendirinya tanpa dukungan dari berbagai pihak, antara lain legislatif, pelaku usaha, masyarakat, perguruan tinggi, lembaga Swadaya Sosial, Insan Media, Asosiasi dan atau Forum yang berkiprah di bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi daerah.

Oleh sebab itu Maman mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kuningan. Maman berharap kedepan perlu upaya dan kerja keras para pihak agar pertumbuhan yang dicapai dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. "Kami berharap dengan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dipadukan dengan program “Ngawangun Lembur” dapat menjadi arah dan pijakan bagi tercapainya visi Kuningan yang Mandiri, Agamis dan Sejahtera 2018.” paparnya.*** AM .

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: