Produsen Karpet Beter Terkendala Bahan Baku

KUNINGANMEDIA | Selasa, 14 April 2015 23:28
Bagikan ke Facebook
PASAWAHAN, (KM): Desa Cimara, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, selain dikenal sebagai daerah penghasil buah salak, juga memiiki potensi ekonomi yang yang bisa diandalkan. Satu diantaranya produksi karpet beiter atau lebih dikenal dengan sebutan   pemukul kasur.yang mampu menembus  pasar luar negeri.
 
 Herman pengrajin karpet beiter  Desa Cimara menyebutkan, selama ini ia memproduksi karpet beiter masih dilakukan dengan cara manual. Meski begitu,  tetap menarik dan dimintai para konsumen.
 
“Pemasarannya tak sulit, namun masih terkendala bahan baku. Saya mengandalkan bahan baku dari Kalimantan,” 
 
 
Menurutnya,  ia memiliki puluhan karyawan dari warga desa setempat . Dalam satu hari  ia mampu memproduksi penggebuk kasur sebanyak 2000 buah yang dikerjakan oleh puluhan pekerja warga setempat.
 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: