Ribuan Warga Antusias Menyaksikan Pergelaran Sapton

Zoen Mahardika | Selasa, 02 September 2014 19:28
Bagikan ke Facebook
KM
Sapton Hiburan Rakyat Tahunan [Foto: Zoen]

SINDANGAGUNG, (KM): Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kuningan, kembali menggelar acara Sapton,  di lapang Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, Selasa (2/9).


Ribuan warga antussias menyaksikan adu ketangkasan menunggang kuda yang sudah menjadi tradisi tahunan dalam rangkaian acara memperingati hari jadi Kuningan itu.Acara diawali dengan prosesi atau upacara seba yang menggambarkan keadaan masa kerajaan.


Sejak pagi, sejumlah peserta  sudah mempersiapkan unjuk kebolehan untuk mengikuti adu ketangkasan menunggang kuda, dengan mengenakan kostum mirip pada jaman kerajaan. Misalnya  patih, adipati dan tumenggung memakai  bendo, baju taqwa dain  kain lancar.


Sementara,  demang mengenakan pakaian yang lebih sederhana seperti kain dodot, celana pangsi, sandal karet (sendal bandol) yang talinya sampai lutut. Begitu pula para menak, pamager sari mengenakan pakaian yang sama seperti dipakai adipati dan  tumenggung. Ada pula mengenakan  pakaian kebaya.


Adipati, tumenggung dan  demang menunggangi kuda diikuti oleh para prajurit atau ponggawa yang mengenakan pakaian sampur, rompi, calana kain dodot, sendal serta  membawa tumbak, tameng dan keris, kujang, pedang, gondewa dan umbul-umbul.


Kepala Disparbud Kabupaten Kuningan Teddy Suminar menyatakan,, Sapton berasal dari kata Saptu (Sabtu) yakni acara rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah kegiatan seba raga (sidang) yang diadakan di sekitar Istana Karajaan Kajene (Kuningan) tempo dulu.


  "Sapton sebenarnya memiliki makna yang dalam seperti  heroisme, katangkasan berkuda ini dulunya dalam rangka bela nagara serta simbol kekompakan pemerintah dengan rakyat.. (Zoen)**
 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: