Hj. Utje Ch. Suganda dan H. Acep Purnama

Bekerja Untuk Kesejahteraan Rakyat

KUNINGANMEDIA | Ahad, 31 Agustus 2014 17:26
Bagikan ke Facebook

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_title

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_fotografer

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

KM
[Foto: ]

DELAPAN bulan  pasangan Hj. Utje Ch. Suganda dan H. Acep Purnama memimpin Kabupaten Kuningan Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kuningan  pada 4 Desember 2014,  bupati dan wakil bupati periode 2013-2018. itu langsung bekerja mengingat    banyak tugas penting yang menunggu sentuhan tangan dingin keduanya.

Memang sejak  awal ,baik Utje maupun Acep bertekad membangun masyarakat Kabupaten Kuningan ke arah yang lebih baik,   melanjutkan pembangunan masa kepemipinan Bupati dan wakil Bupati Kuningan  H. Aang Hamid Suganda dan H. Momon Rochmana.

Mandiri, Agamis dan Sejahtera (MAS), keduanya langsung bergerak cepat demi mengejawantahkan tekadnya memajukan rakyat.

"Satu Minggu sejak dilantik sebagai bupati dan Wakil Bupati Kuningan, kami  kami langsung mengawal pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2015 yang tengah dibahas DPRD. Alhamdulilah, dengan cepat ketok palu (RAPBD disahkan menjadi APBD)," kata Hj. Utje.

Setelah itu tugas menantang lainnya langsung menanti yakni menerima kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) dan Hj. Ani Yudhono beserta rombongan para menteri. Dua hari SBY berkunjung ke Kuningan pada 3 dan 4 Pebruari 2014. Bahkan SBY beserta rombongan sempat menginap di Kuningan. "Untuk menyukseskan dalam penerimaan bapak presiden ini tentu saja tidak mudah, karena memang harus sinergi dengan unsur-unsur lainnya. Satu hal yang membanggakan, beliau (SBY) menginap di Kuningan," ujarnya.

Selepas itu, Kuningan dihadapkan juga dengan event tak kalah penting, MTQ ke-33 tingkat Jawa Barat. "Kita diberi kepercayaan menggelar MTQ pada 24-30 Maret 2014. Syukur Alhamdulilah kegiatan ini berjalan dengan lancar. Kita pun sebelumnya telah melaksanakan juga sholawat akbar di Kuningan Islamic Centre (KIC)," ujar Hj. Utje lagi.

Tak heran bila Kuningan dinilai berhasil menggelar event akbar MTQ tingkat Jawa Barat ini. "Baik Gubernur maupun Wakil Gubernur serta semua peserta dari puluhan kota/kabupaten di Jawa Barat mengapresiasi jalannya MTQ di Kuningan," papar H. Kamil Ganda Permadi, yang saat itu menjadi Ketua Panitia Lokal MTQ Jabar ke-33.

Suksesnya penyelenggaraan MTQ di Kuningan ini sekaligus membuktikan bahwa Hj. Utje dan H. Acep sangat peduli dengan bidang keagamaan. Satu hal yang perlu dicatat juga di sini, Hj. Utje sendiri sempat meraih penghargaan di bidang keagamaan dari Kementerian Agama berupa Penghargaan Amal Bakti Bidang Pendidikan Agama dan Bidang Pendidikan Keagamaan. "Pemkab Kuningan tidak hanya konsen terhadap pembangunan infrastruktur saja, tapi juga juga di berbagai bidang yang menjadi prioritas. Salah satuna di bidang keagamaan," ujar Hj. Utje. 

Betonisasi Jalan Raya

Terkait pembangunan infrastruktur, Bupati Utje sempat pula menerangkan mengenai pentingnya melanjutkan program-program sebelumnya yang telah dijalankan oleh H. Aang Hamid Suganda yang terkenal dengan sebutan Aang Hotmik. "Semua itu harus dipertahankan dan dijaga. Dan harus lebih baik lagi. Contohnya saja untuk jalan di daerah-daerah tertentu nanti dilakukan betonisasi. Khususnya yang tanahnya labil," kata Hj. Utje yang pada tahun ini di antaranya memperoleh penghargaan Parahita Eka Praya tingkat nasional dari Presiden RI dan penghargaan tingkat nasional  dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Rupanya komitmen ini dibuktikan oleh jajaran dinas terkait. Buktinya saja, saat ini Dinas Bina Marga Kabupaten Kuningan telah melakukan betonisasi atas ruas jalan Subang-Ciwaru. Jalan ini baru saja dibeton pada 2014 ini. Sebelumnya jalan ini sulit dilalui kendaraan karena rusak parah. Namun sekarang telah bisa dilalui.

"Sekarang jalan itu sudah bagus. Masyarakat sudah bisa dengan nyaman melalui jalan ini. Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat dari aspek infrastruktur jalan raya," ujar Kepala Dinas Bina Marga Kab. Kuningan H. Dadang Darmawan didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Apep Kusmara pertengahan Juli lalu.

Bukan hanya itu, sambung Apep, tahun ini juga pembangunan jalan lingkar Panawuan akan dilanjutkan. Dengan adanya jalan ini maka akan mengurai kemacetan yang selalu terjadi di ruas Sampora-Cilimus di momen-momen tertentu. "Sementara itu,  ruas jalan Cipasung-Subang sekarang tengah diperlebar dari 3 meter menjadi 4 meter. Dengan demikian, maka arus lalu lintas bakal makin lancar karena jalan tidak sempit seperti sebelumnya. Untuk pembangunan jembatan, salah satunya telah dibangun juga pembangunan jembatan yang menjadi akses masuk ke lokasi Kebun Raya Padabeunghar," katanya.

Masih di bidang infrastruktur, tampaknya perlu juga dibahas tentang langkah-langkah yang diambil Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (DSDAP) Kabupaten Kuningan. Tahun ini juga setidaknya terdapat tujuh buah embung yang akan dibangun di beberapa titik di Kuningan. Juga dilakukannya rehabilitasi jaringan daerah irigasi (DI), salah satunya rehabilitasi jaringan DI Cipager (365 Ha) di Cileuleuy-Cigugur.

"Kami juga melakukan penguatan tebing dalam rangka mencegah terjadinya bencana tanah longsor. Hal ini dilakukan di beberapa titik, salah satunya di Karangkancana. Terkait Waduk Kuningan, saat ini tengah dibangun akses jalan," ujar Kepala DSDAP Kab. Kuningan H. Amiruddin didampingi Sekretaris Dinas, Udit Rukdi.

Dinas lain, sebut saja Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (DTRCK) pun terus menggenjot beragam pembangunan. Salah satunya pembangunan eks Terminal Cirendang. Di lokasi ini akan dibangun taman kota, sehingga di Kuningan kota ada dua taman kota representatif selain yang telah ada sebelumnya di eks Kuningan Plaza.

Selain itu, awal tahun ini   Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda telah menandatangani sejumlah kerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). "Terdapat tiga  kerja sama penting yang ditandatangani yakni terkait program Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh (BSPK), Penyediaan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU), dan  Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)," ujar Kepala DTRCK Kab. Kuningan H. Lili Suherli.

Misalnya saja, pada 2014 ini, sedikitnya akan dan tengah dikerjakan pengerjaan atas 711 rutilahu. Dengan jalan ini, rutilahu tadi bakal menjadi layak huni sehingga nyaman di tempati warga kurang mampu. Sedangkan program yang terkait dengan BSPK misalnya saja pembangunan MCK. "Sementara terkait  PSU itu terkait dengan bantuan untuk pembangunan sejumlah sarana dan prasarana utilitas untuk pengembang perumahan, khususnya perumahan sangat sederhana," katanya.    

Pelayanan Publik

Masih terkait di bidang kepekerjaumuman tadi, Kuningan pada 2014 ini memperoleh penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kuningan ditetapkan sebagai Juara 3 tingkat nasional Sub Bidang Sumber Daya Air (Pengelolaan Sumber Daya Air) dan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat.

"Ini (penghargaan) akan memotivasi kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi kepentingan masyarakat. Selain bidang PU, Kab. Kuningan diharapka dapat berprestasi lagi untuk bidang-bidang lainnya, karena kepentingan masyarakat bukan hanya bidang PU saja, tapi mencakup semua aspek kehidupan. Baik yang bersifat fisik maupun mental spiritual sehingga masyarakat Kuningan menjadi masyarakat yang sejahtera," papar H. Acep. 

Dalam konteks itu pula, tidak mengherankan bila baik Hj. Utje maupun H. Acep kerap melakukan blusukan. Karena dengan demikian, para pemimpin Kuningan bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan dibutuhkan masyarakat Kuningan. Dengan cara ini, maka beragam kebijakan bisa diambil baik untuk pembangunan di bidang fisik, sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, agama dan sebagainya. Dari sana maka akan tercipta pemerataan. Alhasil, publik pun akan merasa terlayani oleh pemerintah.

"Jika kita dekat dengan masyarakat, maka kita akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kita juga bisa menemukan hal-hal yang baru. Nanti selanjutnya tinggal bagaimana pemkab menindaklanjuti temuan itu melalui program-program di SKPD-SKPD," kata Hj. Utje.

Perhatian tinggi Hj. Utje dan H. Acep Purnama terhadap masyarakat itu, rupanya mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Rana Suparman.

"Di era kepemimpinan Hj. Utje dan H. Acep Purnama sekarang banyak sekali perubahan. Khususnya dari sektor pelayanan publik. Bu Utje telah membuka trend baru kepemimpinan di era sekarang, karena beliau telah membuka ruang yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan pimpinan daerah," katanya.

Dalam pandangan Rana, sekarang jajaran birokrasi lebih fleksibel. Khususnya dengan melakukan serangkaian perubahan guna mempersingkat proses administratif demi melayani kebutuhan masyarakat. Ini diimbangi pula oleh polarisasi protokoler. Dalam arti, bukan protokol yang membuat agenda, tapi protokoler yang membuka ruang komunikasi antara rakyat dengan bupati dan wakil bupati. "Dengan perubahan-perubahan ini, maka ada harapan baru bahwa keberhasilan-keberhasilan masa lalu grafiknya bakal naik di era kepemimpinan yang sekarang," ujar politisi dari PDI-P ini.

Dari sisi itu, tak heran bila muncul pula harapan dari kalangan akademisi atas kepemimpinan Hj. Utje dan H. Acep Purnama. Salah satunya datang dari Rektor Universitas Kuningan (Uniku) H. Iskandar Hasan. "Kami berharap munculnya program-program yang sifatnya terobosan. Salah satunya Kuningan diharapkan bisa membuka gerai UMK (usaha menengah dan kecil) sebagai wahana memamerkan produk-produk unggulan Kuningan," katanya.

Gerai itu, katanya, bisa dijadikan sebagai panggung bagi para pengusaha kecil dan menengah memperkenalkan produk-produk mereka. Juga sebagai tempat pelatihan dan berkreasi serta berinovasi bagi para pengusaha. "Program sekolah satu atap perlu juga dijadikan prioritas, lalu program pengelolaan sampah terpadu dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat," ujarnya.

Bahkan pekan ini juga tepatnya, selasa 19 Agustus 2014, bertempat  di Bandung disela-sela Peringatan HUT ke69 Provinsi Jawa Barat  Pemerintah Kabupaten Kuningan menerima penghargaan  Kabupaten sehat kategori Swasti saba Wiwerda  dari Hubernur  Jawa Barat  diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Dan Penghargaan Anubhawa Sasana Desa  (Desa Sadar Hukum) dari menteri  Hukum dan HAM RI atas jasanya membina  dan mengembangkan  Kelurahan dan Desa di Wilayah Kabupaten Kuningann  sebagai Desa/Kelurahan  Sadar Hukum diserahkan  menteri  Hukum dan HAM Amir Syamsudin.

Tentunya raihan yang diterima pemerintah Kabupaten Kuningan, tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan  seluruh pemangku kebijakan dalam mensukseskan berbagai program yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab.

Terlepas dari itu, kini memang ada tekad, harapan, pencapaian dan masukan mengemuka di era kepemimpinan Hj. Utje dan H. Acep Purnama. Yang jelas semuanya demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur serta sentosa sesuai dengan visi Kuningan Mandiri, Agamis dan Sejahtera (MAS). Semoga. (HUMAS SETDA KUNINGAN/Adv)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: