Tak Lolos Testing, Ratusan Guru Honorer Ancam Golput

Nung Khazanah | Kamis, 13 Februari 2014 21:08
Bagikan ke Facebook

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_title

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_fotografer

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

KM
[Foto: ]
LRE MARTADINATA, (KM): Ratusan tenaga honorer kategori II di lingkup Pemkab Kuningan yang tidak lulus tes CPNS 2014, mendesak pemerintah untuk tetap mengakomodir kelulusan mereka hingga 100 %, jika tidak direalisasi mereka mengancam akan bersikap tidak memilih (golput) pada pileg dan pilpres nanti.
 
Demikian disampaikan Ketua DPC Dewan Koordinator Honorer Indonesia (HKDI) Kabupaten Kuningan, Udin Zaenal Abidin, bersama lima ratus lebih tenaga honorer kategori II yang tidak lulus, saat menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kuningan, Kamis (13/2). Aspirasi tersebut diterima Ketua DPRD Rana Suparman, Ketua Komisi A Ujang Kosasih dan Kepala BKD, Uca Somantri.
 
“Ini sangat tidak adil, dan sikap Kami, jika tidak ada kejelasan pada pengumuman tes CPNS, dan belum ada penambahan kuota, Kami akan bersikap golput pada Pileg maupun Pilpres. Karena pemerintah tidak konsisten dan mengingkari semua pernyataannya,” paparnya.
 
“Pemerintah tidak konsisten pada pernyataannya sendiri, mengingkari. Dari dulu, sejak 2010 hanya akan mengakomodir sebanyak 30 persen, sementara 70 persennya yang menimbulkan demo yang tidak lulus akan dirumahkan. Timbul pernyataan baru, bahwa tidak ada kuota 30 persen. Ini tidak adil, mau dikemanakan yang 70 persennya?. Pernyataan seorang menteri itu adalah Undang-Undang, tapi ini pengumuman saja 5 sampe 7 kali diundur-undur, ada apa sebenarnya?,” tanya Udin.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman, berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka ke Menpan. Rana juga mengaku tidak mengerti dengan sikap yang diambil oleh pemerintah tersebut, membuat masyarakat dibawah bingung. Ia mengajak perwakilan dari mereka untuk berangkat ke Jakarta (Menpan), supaya pemerintah bisa melihat dan mendengar sendiri keluhan yang terjadi di bawah. (noenk kh)
 
 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: