Bedug Buhun di Desa Ranbobawahilir Peninggalan Wali Sanga?

Zoen Mahardika | Kamis, 18 Juli 2013 22:57
Bagikan ke Facebook
KM
Bedug Buhun di Desa Randobawahilir [Foto: Zoen]

ADA  bedug yang usianya diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun di Desa Ranbowahilir, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan. Karena usianya yang cukup tua itu, maka masyarakat menyebutnya “Bedug Buhun”.

Bedug yang berukuran 3 x 1 meter, konon merupakan peninggalan Wali Sanga dan kini sengaja disimpan oleh aparat pemerintah persis di samping kantor kepala desa tersebut yang setiap saat bisa dilihat warga karena letaknya dekat jalan desa.

Walau banyak warga yang mengatakan bahwa Bedug Buhun itu merupakan peninggalan Wali Sanga, tapi tidak seorang pun yang mengetahui secara pasti tentang awal keberadaan bedug itu.

“Sampai saat ini belum ada penelitian khusus tentang keberadaan bedug ini, warga hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut yang konon katanya peninggalan pada saat Sunan Sunan Gunung Djati menyebarkan agama Islam hususnya di wilayah Kuningan,” kata Abah Hasan (70).

Berdasarkan cerita, tutur Abah Hasan, para wali pernah mengadakan musyawarah di Gunung Ciremai, tepatnya di lokasi yang disebut Batu Lempar dekat Kuburan Kuda atau yang kini disebut lokasi Batu Kuda, sekitar lereng Gunung Ciremai. Setelah musyawarah selesai, para wali melanjutkan perjalanan pulang ke Cirebon. dan melewati daerah Randobawahilir (Zoen)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: