Puluhan Ton Ikan Mati, Petani Ikan Japung Waduk Darma Merugi

Nung Khazanah | Selasa, 04 Juni 2013 21:23
Bagikan ke Facebook

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_title

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_fotografer

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

KM
[Foto: ]

DARMA, (KM): Sejumlah petani ikan jaring terapung (japung) di perairan Waduk Darma, sekitar Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, terpaksa harus menderita kerugian. Akibat puluhan ton ikan yang mereka budidayakan di perairan itu mati mendadak diduga faktor cuaca..

Untuk menekan kerugian materi lebih besar, ikan-ikan yang sudah mulai lemas dan baru mati, segera diangkat dan dijual murah antara Rp4.000 hingga R 8.000 per kg. Sebagian besar  tidak sempat terjual karena membusuk.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Selasa (4/6/2013), kondisi ikan tawar yang mati massal itu rata-rata sudah siap untuk dijual, namun petani menunda penjualan mengingat bulan bulan Ramadhan tinggal satu bulan lagi. Saat menjelang  Ramadhan, biasanya masyarakat memborong ikan.  Hampir semua ikan yang ada di karamba Waduk Darma dipanen satu minggu hingga H-1 Ramadhan, dengan harga jual berkisar Rp20 ribu hingga Rp 25 ribu per kg.

“Kalau yang masih kecil nunggu untuk panen menjelang idul fitri,  harga jual biasanya  naik. rata-rata ikan yang di karamba ini habis dijual menjelang ramadhan, baik untuk ke pasar maupun perorangan yang beli langsung kesini,” papar salah seorang petani, Rahman.

Harapan itu ternyata kandas, musibah dari  arus balik air di Waduk Darma yang menyebabkan timbulnya air berkadar oksigen rendah dan berbaur polutan tinggi dari kotoran ikan mengakibatkan kematian massal.  Berdasarkan hasil pendataan  akhir, ikan yang mati di japung itu mencapai 70 ton lebih.

“Bagi kami Ini musibahi, harapan meraup keuntungan nanti di bulan Ramadhan dan Idul fitri ternyata hilang. Untuk bisa menjual di bulan Ramadhan, kami terpaksa harus membeli ikan yang sudah agak besar yang  harganya lebih mahal dibanding  hasil pembibitan sendiri, modalnya harus dua kali lipat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jagara, Kecamatan Darma, Umar Hidayat, menduga kematian ikan di perairan Waduk Darma akibat faktor cuaca. (Noenk Kh)***

 .

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: