Gerakan Tentara Pelajar di Kuningan (Bagian 4)

KUNINGANMEDIA | Sabtu, 01 Juni 2013 13:14
Bagikan ke Facebook
KM
ilustrasi [Foto: Zoen Mahardika]

Di Kuningan , pengaruh Negara Pasundan terasa pula. Beberapa orang yang pro Beanda masuk menjadi pengikut Negara Pasundan. Bahkan seorang tokoh bernama Madrauf menjadi kepala perwakilan Negara Pasundan di Kuningan. Para pengikut Negara Pasundan ada yang menjadi anggota ID (Inlichtingen Dients) atau intel atau mata-mata Belanda. Tindakan mereka sangat kejam dan sering menangkap orang-orang yang dianggap pejuang atau gerilyawan.

Serdadu Belanda, terutama yang masih muda-muda dan berusia belasan tahun, sering datang ke tempat hiburan di Rumah Bola (Sociteit). Gedung ini terletak di sebelah utara jembatan Citamba (sekarang Toko Srikandi). Mereka sering berdansa dan mabuk-mabukan. Ketika tentara Belanda lengah dan tidak sadarkan diri, itulah kesempatan bagi Tentara Pelajar untuk merampas senjata mereka. Dengan cara menngendap-endap, beberapa anggota Tentara Pelajar dapat mengambil senjata yang disandarkan di tembok dan langsung diberikan kepada anggota Tentara Pelajar lainnya yang berada di Sungai Citamba. Senjata-senjata tersebut selanjutnya diserahkan kepada pasukan TNI di pedalaman.

Pada suatu waktu, Tentara Pelajar mendapat tugas dari TNI untuk mencari informasi siapa saja orang Kuningan yang menjadi anggota ID atau mata-mata Belanda. Setelah berembug, Tentara Pelajar menemukan suatu cara yang jitu dan melaporkan rencana itu kepada TNI. Pihak TNI setuju dan kagum atas rencana Tentara Pelajar tersebut. Tentara Pelajar merencanakan akan mengajak orang-orang ID untuk bertanding sepakbola. Tentara Pelajar menyatakan mereka adalah anggota IPI. Jadi pertandingan itu antara Ipi melawan ID, pihak ID setuju. Pada waktu pertandingan berlangsung, banyak anggota TNI yang datang untuk menonton pertandingan sambil menyamar dengan berpakaian seperti petani, pengemis dan lain-lain. Mereka dapat melihat siapa-siapa saja pemain dari dari pihak ID. TNI bukan hanya mengetahui anggota ID yang berada di luar lapangan. Hal itu terlihat dari tingkah laku dan keaktifan mereka sebagai suporter.

Para pemain, termasuk pemain cadangan dari kesebelasan IPI adalah Adjid, Sutadi, Duriat, Tji Tjeng Yaw (Heryanto), Rohadi, Iksan, Inob, Hidayat, Dadang Hadili, Umsa, Sudarna, MS. Moh. Sulaeman, Jojo dan Sudarman, Banyak di antara mereka yang tidak tahu bahwa pertandingan itu mengandung siasat tertentu, yang mengetahui hanya pimpinan IPI.

Pertandingan sepakbola mulai berlangsung, ternyata pihak ID berman curang dan kasar, sehingga beberapa pemain IPI cedera. Bahan pemain IPI yang bernama Inob cedera aga parah, ibujari kakinya patah. Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh piha IPI. Dari pengamatan TNI terhadap orang-orang yang dicurigai akhirnya diketahui siapa saja orang  yang menjadi anggota ID, mereka itu antara lain Saleh, Kusmadi, Sauki, Enje, Madkim dan Wasita Berendil  Sehingga melengkapi nama-nama anggota ID yang telah diketahui sebelum nya yaitu Madraup, Eman Sulaeman, Salam, Sakum, dan Amir. Selanjutnya mereka ditangkap oleh TNI dan kemudian mendapat hukuman sesuai dengan cara-cara hukum yang berlaku pada waktu itu.Dikutip Dari : Buku Sejarah Perjuangan Rakyat Kuningan (Dewan Harian Cabang Angkatan '45 Kabupaten Kuningan).

 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: