Kiprah Seorang Pelestari Kesenian Daerah

Bagikan ke Facebook

ABAH Dadang. S (56 tahun), warga Kelurahan Citangtu, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, selama ini lebih dikenal sebagai pemain terompet (juru tarompet),.yang sering mewarnai pergelaran berbagai jenis kesenian Sunda khususnya pencak silat. Ia sering tampil dalam pentas seni di Kuningan maupun luar daerah, karena kepiawaiannya dalam memainkan alat kesenian tradisional itu.

Di balik kepiawaian memainkan terompet, ternyata Abah Dadang tetap  bertahan dalam memelihara serta melestarikan kesenian daerah.  Buktinya, ia mau menularkan ilmu yang dimilikinya kepada para remaja yang punya keinginan untuk mengembangkan bakat seni  di Sanggar Seni Wiyaga Putra Kuningan yang dirintisnya sejak puluhan tahun lalu itu.
.
Di sanggar ini Dadang banyak melakukan kegiatan, selain melatih para remaja yang menekuni kesenian angklung, genjring serta kesenian daerah lainnya, juga membuat beberapa alat kesenian daerah diantaranya saja suling bambu, calung dan angklung.

"Memang cukup sedikit remaja saat ini yang punya kemauan untuk mendalami kesenian daerah. Tapi dengan upaya berbagai pihak terutama pemerintah, suatu saat kesenian daerah akan bangkit dan kembali digemari masyarakat,"tutur Abah Dadang, Jumat (3/5/2013)

Abah Dadang tidak terlalu berharap perhatian pemerintah daerah, karena apa yang dilakukannya saat ini merupakan tanggungjawab  untuk meneruskan warisan orang tuanya. Tapi wajar jika pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap sosok seorang Abah Dadang.yang gigih dalam upaya turut melestarikan kesenian daerah. (Eka)*

 

Komentar (2)

ahmad sahrudin

jempol buat walanda gedeg..... jempolna ge genep tah !!!!

Galih Agustian N

Maju terus kesenian tradisional Indonesia... dan salut buat Dewa Terompet. Aki Dadang Walanda.... kita selaku para remaja Kuningan Umumnya dan remaja Citangtu khususnya, akan selalu mendukung dan mensupport... deeeerrr Ngagenjring ahh...

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: