Gerakan Tentara Pelajar di Kuningan (Bagian I)

KUNINGANMEDIA | Kamis, 02 Mei 2013 22:21
Bagikan ke Facebook
KM
ilustrasi [Foto: Zoen Mahardika]

Tanggal 17 September 1945 telah berdiri Sekolah Menengah (SM) di Kuningan. Sekolah ini berlangsungselama 4 tahun (kelas 1 sampai kelas 4). Pada masa itu, gedung SM menggunakan gedung bekas ediaman orang Belanda bernama Mevrow Abeng yang terletak di Jalan Aruji Kartawinata sekarang, tepatnya di sebelah timur Gedung SMP 7 KKuningan. Waktu itu, banyaknya rombongan belajar adalah dua kelas dengan murid sekitar seratusan orang.

Kepala Sekolah (Direktur) dijabat oleh Markum dengan guru-guru antara lain Setia Mihardja, Mukmin, Rokayah, Daeng Sutigna  dan lain-lain.Para pelajar datang dari berbagai kalangan, banyak diantaranya adalah tamatan Holland Indische School (HIS), Schakel School dan Vervolg School yang sudah lama tidak sekolah (berhenti seolah). Di antara mereka tampak badannya sudah besar-besar, perilakunya aga dewasa, walaupun ada pula yang masih kecil. Beberapa pelajar di antaranya ada yang fasih berbahasa Belanda.

Selain Sekolah Menengah, ada pula sekolah-sekolah sederajat SM, seperti Sekolah Guru pimpinan Kartasujatma dan Sekolah Pertanian pimpinaan Djalil. Sebagian pelajar bergabung dalam organisasi pelajar yaitu Ikatan Pelajar Indonesia (IPI), sebagai Ketuanya adalah Sunarto dan Wakilnya Adjid.

Suasana Kuningan setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan tampak sibuk dengan para pemuda yang bergabung dalam ketentaraan, laskar perjuangan, yang sedang melakukan latihan, mempersiapkan diri untuk menegakan dan mempertahankan kemerdekaan.Mereka menyadari sebagai warganegara tentu tidak ingin Indonesia dijajah kembali oleh Belanda.

Atas inisiatif salah seorang pelajar SM dan sebagai aktivis IPI bernama Adjid, dibentuk lah Tentara Pelajar (TP). Gerakan TP di Kuningan mulanya bersifat rahasia. Organisasi gerakan bawahtanah ini bertujuan untuk mengawasi gerak-gerik tentara Belanda yang ada di kota Kuningan, mengacaukan rencana dan kegiatan tentara Belanda, menghalangi atau menggagalkan gerak mereka yang akan melakukan penyerangan terhadap tempat-tempat para gerilyawan.

Para anggota TP mengadakan hubungan kerja sama dengan tentara di pedalaman serta melaporkan segala sesuatu tentang keadaan Belanda di kota Kuningan.

Adapun susunan pengurus Tentara Pelajar Kuningan pada waktu itu adalah Adjid sebagai pimpinan (Ketua), Afidik sebagai pembuat plakat dan poster yang dibantu oleh Umsa. MS Moh. Sulaeman sebagai intel dengan dibantu oleh Iksan yang kebetulan dekat dengan Kuningan. Sedangkan sebagai penasehat adalah kakak  dari Afidik yang bernama Kholil. 

DikutipDari :Buku Sejarah Perjuangan Rakyat Kuningan Masa Revolusi Kemerdekaan

   

 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: