Gas Elpiji Sulit Dicari, Kayu Bakar Pun Jadi

KUNINGANMEDIA | Senin, 29 April 2013 17:57
Bagikan ke Facebook

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_title

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_fotografer

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

KM
[Foto: ]

CILIMUS, (KM) :Sejumlah warga di beberapa desa wilayah Kabupaten Kuningan, kini terpaksa kembali harus  menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk kebutuhan memasak.  Pasalnya,  beberapa minggu terakhir ini mereka  sulit  mendapat elpiji tiga kilogram. Tak heran jika hampir setiap hari banyak warga yang mengantri di agen  maupun warung-warung yang biasa menjual gas elpiji.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun,  pasokan gas elpiji  yang dikirim agen ke warung pun dibatasi. Terlebih hari Minggu, pendistribusian elpiji dihentikan baik dari pertamina ke agen, maupun dari agen ke warung pengecer.

“Kalau ada dua atau tiga tabung, saya sembunyikan. Karena kalau ada di luar, warga pasti berebut, dan dampaknya yang lain jadi iri. Maka lebih baik saya simpan di dalam, kalau ada pengiriman lagi baru saya simpan semua diluar,” ujar Otong, pedagang eceran di Kecamatan Cilimus.

Saat di Kuningan kota, elpiji sulit ditemukan dan harus memesan beberapa hari untuk bisa mendapatkannya, warga tetap bertahan karena jika beralih ke minyak tanah ataupun kayu bakar, sangat tidak mungkin. Lain lagi yang dilakukan warga di pelosok dan di daerah perbatasan, warga memilih beralih ke kayu bakar sebagai solusinya.

“Daripada harus menunggu lama untuk mendapatkan gas, ditambah naik menjadi Rp 20 ribu pertabung (3 kg), lNoebih baik saya pakai kayu bakar karena lebih mudah mencari di hutan,” ujar Rasman warga Desa Cibingbin.(eng Kh)*
   
 

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: