Haurkuning ( Bag I )

KUNINGANMEDIA | Jum'at, 08 Februari 2013 22:56
Bagikan ke Facebook

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_title

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_fotografer

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

KM
[Foto: ]

KONON, Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, tidak bisa dipisahkeun dengan nama seorang  bangsawan kesultanan yakni  Dalem Brahma Kuning alias Radén Suryanagara alias Hasanuddin Ratu Kuning. Ia yang meberi nama Haurkuning ingga kini menjadi nama sebuah desa di Kabupaten Kuningan.

Selain Dalem Brahma Kuning, ada juga  tokoh lain yakni Syeh Jalaludin alias Kuwu Gede dari Kerajaan Mataram, Kadilangu, Demak, Jawa Tengah. Syéh Jalaludin dikenal pula dengan nama Wangi Gedong yang meninggalkan Mataram dengan maksud menimba ilmu o di tanah jawa termasuk tatar Sunda.

Ada beberapa tempat di Tatar Sunda yang pernah ia singgahi, diantaranya Kesultanan s Cirebon, yang kala itu sedang gencar  riweumenyebarkan agama Islam. Dalam  menyebarkan  agama Islam  di wilayah Caruban melalui  “Goong Sekaten”.

Syeh Jalaludin berguru kepada  Syeh Maulana Datul Kahfi. Sama seperti halnya  Pangeran Walangsungsang Pangeran Cakrabuana.  Setlah berguru cukup lama, selanjutnya pergi bersama  istrinya guna  syiar Islam dan memperluas  daerah kekuasaan Kerajaan Caruban.

Ada beberapa  tempat yang ia tuju diantaranya daerah Kerajaan Kajené (Kuningan) bagian  selatan yang kini  disebut Desa Haurkuning. Ia menetap  di Haurkuning dperkirakan sekitar  tahun 1600 Masehi.

Syiar Islam yang dilakukan Syeh Jalaludin (Kuwu Gedé) yakni dengan   cara bertani  serta memperluas batas daérah atau désa , Dengan cara itu  Syéh Jalaludin berhasil memperluas desa.

Menurut cerita  masyarakat Desa Haurkuning, untuk menetapkan batas daerah  ia  menggunakan tali atau tambang pusaka bernama  Sétra Tunggal. Tali pusaka tersebut mampu membentang dari Karanglayung (Nusaherang) sampai  blok Jati  yang kini menjadi daerah perbatasan Desa  Haurkuning-Nusaherang (Zoen Mahardika, Dikutip Dari Berbagai Sumberr)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: