Retribusi Pasar Dipertanyakan

KUNINGANMEDIA | Kamis, 14 Juni 2012 19:22
Bagikan ke Facebook

KOTA : Retribusi pasar yang dipungut dari tahun ke tahun disinyalir kuat menguap dan entah kemana larinya. Padahal potensi pengguna pelayanan pasar cukup besar. Namun PAD dari sektor retribusi kerap tidak bisa mencapai target yang ditetapkan.

Dari keterangan yang diperoleh kuninganmedia.com, sejak beberapa tahun lalu, retribusi pasar memang sering menjadi permasalahan serius.
Tetapi, kerap pula tidak mendapat solusi yang tepat. Berbagai alasan selalu dikemukakan, dari mulai sulitnya pendekatan kepada pedagang sampai banyaknya pungutan liar menjadikan retribusi pelayanan pasar tidak pernah terkejar.

Kacaunya perhitungan retribusi pasar dikeluhkan dan dipertanyakan oleh
Fraksi PKS DPRD. Menurut PKS, dalam LKPJ 2011 pendapatan retribusi
pelayanan pasar hanya sebesar Rp 461, 8 juta dari total APBD sebesar
Rp 82, 9 milyar. “Kami berasumsi pendapatan retribusi pelayanan pasar
bisa lebih dari nilai tersebut, dengan melihat potensi pengguna
pelayanan pasar yang cukup besar,” papar Etik Widiati, Sekretaris
Fraksi PKS.

Ungkapan itu diutarakan PKS, berdasarkan pada struktur dan besarnyna
tarif retribusi sebagaimana dalam lampiran draf raperda. Secara
matematis, untuk pasar kelas I per hari dari semua klasifikasi tarif
retribusi mencapai Rp 20 ribu.

“Angka tersebut belum dikalikan jumlah pedagang, i perminggu,  perbulan,  pertahun dan dikali kan jumlah pasar yang ada di Kabupaten Kuningan. Artinya potensi retribusi sangat besar. Tapi
kenapa perolehan retribusi  tahun 2011 begitu minim,” papar Etik.
(Khazanah/kuninganmedia.com)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: