Jaringan Irigasi di Kuningan Rusak 30%

KUNINGANMEDIA | Kamis, 01 Maret 2012 16:48
Bagikan ke Facebook

RE. MARTADINATA : Kondisi jaringan irigasi di Kabupaten Kuningan cukup memprihatinkan. Dari sebanyak 507 bendung, 1.161 bangunan dan 485.816 meter saluran air sekira 30 sampai 35 persen dalam keadaan rusak sehingga mengakibatkan menurunnya produksi padi di daerah ini.

“Kerusakan tersebut jelas berdampak terhadap tanah dan menurunyya produksi padi sehingga kesejahteraan petani pun terganggu,” kata Kabid Program Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) , Enjang Supriadi, mewakili Kepala Dinas, Kukuh T. Malik.

Menurut Enjang, jika irigasi rusak, maka sawah yang biasanya bisa diairi tiga kali sehari, menjadi dua kali, dan sistem gilir air pun diberlakukan. Ini menyebabkan produksi padi menurun, yang tadinya petani bisa panen lima ton, karena terganggu, maka hanya tiga ton. Belum lagi panen yang tidak teratur.

Enjang menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan irigasi di Kabupaten Kuningan rusak. Selain faktor usia bendung dan bangunan yang sudah tua, juga faktor bencana alam yang menghantam bendung dan bangunan tersebut.

Dikatakan, kerusakan jaringan irigasi itu sendiri memang sudah cukup lama, namun karena kondisi anggaran di Kuningan sangat terbatas, maka SDAP pun menunggu bantuan dari pemerintah pusat maupun propinsi Jawa Barat.

Setelah lobi-lobi sejak beberapa tahun lalu, akhirnya di tahun 2012 ini SDAP mendapat kucuran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Propinsi sebesar Rp 13 milyar untuk memperbaiki irigasi.

Dari 35 persen irigasi yang rusak, belum bisa diperbaiki semuanya, karena membutuhkan dana yang tidak sedikit. Rp 13 milyar itu dialokasikan untuk 36 bendung, 55 bangunan dan kurang lebih 7.000 meter saluran irigasi.

“Karena hampir semua wilayah irigasinya rusak, maka semua wilayah diharapkan kebagian perbaikan ini,” ujarnya. (Khazanah/kuninganmedia.com)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: