Tidak Semua Petani Mendapat Pupuk Bersubsidi

KUNINGANMEDIA | Kamis, 16 Februari 2012 22:59
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN :Kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Kuningan pada tahun 2012 menurun dari tahun sebelumnya, yaitu menjadi 44.300 ton. Dari keterangan diperoleh, tidak semua petani di Kuningan bisa mendapat pupuk bersubsidi, bahkan harga pupuk bersubsidi di tingkat pengecer pun kerap naik.

Kasi Sumberdaya dan Pengembangan Tekhologi Pertanian dan Holtikultura, Rosyid Anwar, kepada kuninganmedia.com, Kamis (16/2), mengakui, jika harga eceran pupuk bersubsidi sedikit naik. Namun ia berkilah jika harganya lebih mahal dari HET. Seperti Urea, dengan HET tahun 2012 yaitu sebesar Rp 1.800, tapi karena eceran menjadi Rp.1.900 dan paling mahal Rp 2.000.

"Hingga kini belum ada temuan harga yang terlalu tinggi. Sedangkan berkenan dengan pupuk yang tidak merata. itu sudah sesuai perhitungan areal di Kuningan, dan pupuknya disebar kepada semua kelompok tani. Jadi petani diluar kelompok pun bisa mendapatkannya," paparnya.

Sementara itu, 44.300 ton pupuk itu, terdiri dari, Urea 27 ribu ton, SP36 6 ribu ton, Ponska 5 ribu ton, NPK Kujang 1.500 ton, Pupuk Organik 1.000 ton dan ZA 3.800 ton.

Sedangkan HET yang berlaku Urea Rp 1.800 perkg naik dari tahun sebelumnya, SP 36 Rp 2.000 perkilogram, NPK Ponska/Kujang Rp 2.300 perkilogram, ZA Rp 1.400 perkilogram dan Organik Rp 500 perkilogram. (Khazanah/kuninganmedia.com)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: