Alih Fungsi Lahan di Palutungan Jangan Dibiarkan

KUNINGANMEDIA | Senin, 28 November 2011 19:01
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN :Komisi B DPRD Kuningan mendesak Pemkab Kuningan dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) untuk segera melakukan kolaborasi dalam menutup lahan sayur di Palutungan yang merupakan lahan konservasi, dan jangan dibiarkan berlarut-larut supaya tidak berdampak negatif.

“Itu jangan dibiarkan, karena keliru. BTNGC dan Pemkab jangan melangkah sendiri-sendiri, dan Pemkab pun jangan mentang-mentang sudah dialihkan ke BTNGC, jadi masa bodoh. Dua instansi ini harus berkolaborasi mencarikan solusinya, dan segera tutup lahan sayurnya,” papar Wakil Ketua Komisi B dari Fraksi Golkar, Oyo Sukarya, Senin (28/11).

Karena kalau tidak segera diambil tindakan, lahan tersebut akan berdampak negatif terutama kerugian bagi masyarakat yang ada di sekitar Palutungan. Hutan lindung kalau dipaksakan dijadikan hutan produksi akan mengakibatkan tanah tersebut bergeser, dan akan menyebabkan longsor.

“Dimana-mana juga hutan lindung itu tidak boleh dijadikan hutan produksi, apalagi sayuran. Jangan menunggu datang musibah. Ini harus segera diantisipasi dan berikan masyarakat disana pengganti dari penggarap lahannya,” pintanya.

Langkah yang sudah ditempuh BTNGC seharusnya disepadankan oleh Pemkab, dalam hal ini Hutbun.

Jangan sekedar pembinaan dan setelah itu dibiarkan begitu saja. Maka masyarakat disana pun akan kembali lagi menjadi penggarap lahan, apalagi memang produksi sayuran disana cukup menjanjikan setiap panennya. Solusi yang tepat, seperti dialihkan menjadi peternak bisa menjadi salah satu solusi terbaik. (khazanah/kuninganmedia.com)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: