Nasib Seni Pantun di Kuningan

KUNINGANMEDIA | Jum'at, 12 Agustus 2011 21:10
Bagikan ke Facebook
KM
Seni Pantun [Foto: Zoen Mahardika]

JIKA diibaratkan benda, boleh jadi seni pantun termasuk barang antik atau barang kuno. Pasalnya, sekarang sulit untuk mencari juru pantun. Berbeda dengan juru kawih atau juru alok (wirasuara), dengan hilangnya generasi lama muncul beberapa juru kawih generasi baru.

Padahal dulu yang namanya juru pantun tidak berbeda dengan dalang wayang golek, yang hampir di setiap daerah ada juru pantun. Begitu masyarakat yang mengadakan hiburan pantun terbilang banyak. Tak heran jika sekarang banyak yang mengkhawatirkan seni pantun hilang karena tidak ada generasi yang meneruskannya.

Seiring dengan berkembangnya senia modern saat ini, ternyata seni pantun masih bertahan. Masih banyak masyarakat yang meminati hiburan ini terutama warga yang punya maksud untuk ngarajah atau ngaruwat pengantin yang sudah melangsungkan akad nikah.

Yang menjadi persoalan, sekarang sudah banyak juru pantun yang sudah meninggal dunia Di Kabupaten Kuningan, masih ada juru pantun yakni Abah Odon Guna Putra, warga Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, usianya sudah mencapai lebih dari 80 tahun.

Selain itu, di daerah yang sama ada generasi eni panyiun yakni Endi. Kendati usianya yang masih muda, kepiawaian Endi dalam menyuguhkan seni pantun tidak diragukan. Selain banyak menerima undangan dari warga yang melangsungkan hajatan, ia juga banyak tampil dalam pertunjukan seni pantunan pada acara tertentu. Misalnya pda acara sosialisasi program Keluarga yang diadakan Televisi Kuningan (TVKU) belum lama ini. (jun/kuninganmedia.com)*

Komentar (1)

Nano DJ
Tanggung jawab Pemda Kuningan, khususnya dinas kebudayaan untuk mejaga,melestarikan seni tradisional - pantun ini.Mohon kepada pihak2 terkait untuk bertindak jangan sampai seni buhun ini punah ditelan budaya2 asing yg sdh menjajah jiwa2 seni anak2 kita. Saya dahulu ketika msh kecil sempat menikmati seni pantun ini saat disunat serta saat nikahnya kakak saya. Sungguh seni-pantun ini sarat dengan berbagai petuah tapi tetap menghibur dng guyonan2nya yg segar dan lucu. Mungkin setiap hari jadi Kuningan seyogyanya seni ini selalu ditampilkan disamping Goong-Renteng yg selalu ada. Malah kalau mungkin di "Pasanggirikan"..... Hatur nuhun kang Nono - Kabumen- Lamepayung

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: