Pengecer Mengeluh, Pembelian Premium Dibatasi

KUNINGANMEDIA | Selasa, 09 Agustus 2011 17:07
Bagikan ke Facebook

ARUJI KARTAWINATA : Sejumlah pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Kabupaten Kuningan kini mengeluh.
Menyusul dengan diberlakukannya pembatasan pembelian premium di sejumlah SPBU sejak Jumat (5/8/2011).

Sementara, pelaku industri di Kabupaten Kuningan mengeluh dan kesulitan untuk memproduksi karena harus ada ijin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kuninganmedia.com, pengecer hanya dibatasi membeli premium sebanyak 30 liter perhari. Sedangkan sebelumnya, pengecer dibebaskan bahkan ada yang sampai memborong premium, sehingga dampaknya premium bersubsidi di Kuningan sempat mengalami kelangkaan karena dikhawatirkan ada oknum yang menimbun.

“Seharusnya SPBU tidak boleh menjual premium bersubisidi, kalau Pertamax si silakan saja. Tetapi, kami juga dilema, karena pengecer Premium mengeluh dan sebagai penghasilan mereka, untuk itu langkah yang Kkmi tempuh yaitu dengan membatasinya. Kami khawatir jika tidak dibatasi, Premium semakin sulit didapat, apalagi menjelang Idul Fitri,” ujar Kepala Disperindag, Nana Sudiana.

Sebelumnya, Disperindag melakukan uji coba dengan memberikan surat perintah kepada SPBU untuk tidak menjual Premium kepada pengecer. Akan tetapi, timbul reaksi keras dari para pengecer dan sempat menyerbu SPBU, bahkan ada yang memborong dengan paksa. Atas dasar itu, menurut Nana, pihaknya memutuskan untuk membatasinya.

“Ini juga masih uji coba hingga satu bulan kedepan. Nanti Kita akan evaluasi lagi, dan mudah-mudahan dengan pembatasan ini tidak akan timbul reaksi, karena jika tetap dibebaskan maka Premium bersubsidi di SPBU akan semakin sulit didapat,” jelasnya. (Khazanah/kuninganmedia.com)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: