Prihatin, Banyak Koperasi Mirip Rentenir

KUNINGANMEDIA | Kamis, 31 Maret 2011 18:04
Bagikan ke Facebook

KOTA : Ada sekira 2.400 koperasi di Jawa Barat yang kolaps karena tidak sehat, setelah terhentinya Kredit Usaha Tani (KUT. Tapi saat ini pun koperasi tumbuh berkembang bahkan banyak yang melebarkan cabangnya di daerah-daerah.
Demikian dikatakan Kepala Dinas KUMKM Jawa Barat, Wawan Hernawan dalam rakor Dinas KUKM Kuningan, Kamis (31/3/2011), di Wisma Permata.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi koperasi yang berkembang saat ini. Tumbuhnya memang bagus tapi jeleknya ketika terjadi baku hantam dan rebutan nasabah. Lebih parah lagi, ketika ada koperasi yang memberlakukan bunga tidak sewajarnya, yang boleh dikatakan mirip rentenir. Saya harap di Kuningan tidak ada yang seperti itu,” papar Wawan.

Karena itu, pemerintah tengah membenahi koperasi dan UKM. Berawal dari koperasi, definisi koperasi sekarang telah dirubah dari Badan Usaha Sosial (BUS) sekarang menjadi Badan Usaha..Hal tersebut sebagai langkah pembenahan supaya koperasi tidak dikucilkan sehingga visinya harus dirubah.

“Tentunya ini diikuti dengan beberapa konsekwensi sebagai badan usaha termasuk kewajiban pajak yang koperasinya melayani juga non anggota, sedangkan kepada anggota tidak diperbolehkan memungut pajak,” jelasnya.

Termasuk dalam masalah bunga pinjaman, Dinas KUMKM Jawa Barat tengah berusaha untuk menekan suku bunga yang diberlakukan koperasi. Imbasnya, suku bunga pinjaman bagi UKM pun kecil dan akan diusulkan bunganya antara 8 hingga 10 persen saja.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Kuningan, Uca Somantri mengatakan, rakor yang mengambil tema ‘kita sinergiskan program dan kegiatan untuk mewujudkan KUMKM menjadi pelaku utama perekonomian daerah’ membahas pula tentang potensi perekonomian Kuningan yang dibawakan oleh Sekda H. Yosep Setiawan. (KM-02)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: