Pasar Modern VS Pasar Tradisional

KUNINGANMEDIA | Rabu, 09 Maret 2011 17:44
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN : Pasar modern di Kuningan setiap tahun semakin menjamur, mengalahkan perkembangan pasar tradisional. Jika terus dibiarkan mengancam bahkan mematikan pasar tradisional. Ironisnya, Pemkab sampai sekarang tidak bisa bertindak tegas.

Keadaan tersebut membuat Komisi B gerah dan memanggil beberapa pengusaha toko modern untuk diklarifikasi masalah itu. Dihadapan Komisi B, pengusaha berdalih, jika saat mengajukan IMB untuk toko modern, pihak pemerintah (BPPT) mengeluarkan IMB-nya, berarti mengijinkan bangunan untuk toko itu.

Ketua Komisi B, Pusantara Kordiantoro belum lama ini mengatakan, ia merasa heran dengan pemerintah yang ternyata membuat Perda namun mereka melanggarnya sendiri. Pusantara juga melihat adanya ketidaknyambungan aturan, baik yang dipegang BPPT maupun pihak terkait yang menangani perdagangan (Disperindag).

“Seharusnya BPPT dalam mengeluarkan ijin itu satu fungsi, yakni untuk IMB dan mempertimbangkan fungsi dari bangunan itu sendiri,” ujarnya.

Padahal dalam Perda no. 12 tahun 2006 tentang ketentuan pasar modern dan pasar tradisional disebutkan jika zonasi antara toko modern maupun dari pasar tradisional ke toko modern harus minimal berjarak 1.000 meter.

Tapi kenyataannya, setelah tahun 2006, bahkan di tahun 2009 dan 2010, banyak berdiri toko modern dengan jarak yang sangat berdekatan, dibawah 500 m. Tidak sekedar itu, disekitar pasar tradisional pun banyak berdiri toko modern. (KM-03)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: