Desa Seda Kelola Air Bersih

KUNINGANMEDIA | Jum'at, 22 Oktober 2010 16:48
Bagikan ke Facebook

MANDIRANCAN : Banyak sumber air di Kabupaten Kuningan, yang dikelola oleh Pemerintah Desa. Contohnya di Desa Seda dan Desa Trijaya Kecamatan Mandirancan. Dua desa itu sama-sama memiliki sumber air yang dkenal mata air Cigorowong.

Kebetulan lokasi mata air itu berada di lahan yang merupakan perbatasan dua desa tersebut. Sumber air Cigorowong manfaatnya bukan saja dirasakan masayarakat Desa Seda dan Trijaya, karena disalurkan ke desa lainnya seperti Desa Kertawinangun, Tajurbuntu dan Desa Pancalang Kecamatan Pancalang.

Secara teknis dikelola oleh masing-masing desa, karena Desa Seda dan Trijaya hanya mendapat kompensasi dari tiga desa itu sebesar RP. 1,5 juta per tahun. Dana sebesar itu dibagi dua. Artinya masing-masing medapat Rp.750 ribu per tahun.

Sebelumnya Desa Seda hanya mendapat konvensasi masing-masing Rp. 600 ribu.
Kerjasama itu telah dilakukan sejak tahun 2002, yang telah melahirkan hubungan yang harmonis.

Karena di sisi lain tiga desa yang memanfaatkan air itu memang sangat membutuhkan air bersih. Sedangkan Desa Trijaya dan Desa Seda merasa diuntungkan dengan adanya konvensasi air dari tiga desa tersebut.

“ Sayang sumber air ini bila tidak dimanfaatkan, sementara masyarakat lain kesulitan air,” kata Sekretaris Desa Seda, Wiharta.

.
Seiring dengan adanya beberapa perubahan peraturan di Pemerintah Desa Seda, maka pihak Pemerintah Desa Seda dan Desa Trijaya sepakat untuk mengajukan permohonan kepada tiga desa itu agar konvensasi air bersih naik.

Ketiga desa yang mendapat pasokan air bersih itu pun tidak merasa keberatan, sehingga pada tahun 2007 membuat kesepakatan bersama yang difasilitasi Camat Mandirancan.

Menurut Wiharta, masyarakat Desa Seda pun ada diantaranya yang memanfaatkan air bersih dari mata air Cigorowong, yakni di Blok Agungsari 75 Kepala Keluarga (KK) dan Blok Puspasari 25 KK.

Sementara masyarakat di blok lainnya seperti di Blok Dayeuh memanfaatkain air dari mata air Ciayakan yang lokasinya berdekatan dengan perkampungan penduduk Desa Seda.

Air itu dialirkan melalui pipa plastik melalui bak penampung yang selanjutnya disalurkan dengan pipa kecil ke tiap rumah.

Kendati belum dikelola oleh lembaga khusus yang menangani air bersih di desa itu, namun masyarakat membayar dana iuran sebesar Rp. 1050. Dan itu dikelola desa untuk dana operasional, rehabilitasi hutan termasuk bila terjadi kerusakan pada pipa air.

Bahkan masyarakat setempat pun membayar iuran skhusus Rp. 5000 setiap KK, yaitu untuk membeli mesin penyedot air yang memerlukan daya listrik 1300 Watt. Mesin tersebut biasanya digunakan ketika mengalami musim kemarau.

Kini pemerintah Desa Seda tengah merancang tentang tata cara pengeloaan air bersih di desa dan sudah dituangkan dalam Peraturan Desa. Dengan adanya pengeloaan air khusus di Desa Seda, diharapkan bukan saja dapat menutupi untuk biaya operasional, namun diharapkan pula membantu Pendapatan Asli Desa sehingga menunjang pembanguna di semua sektor. (KM-01)*

Komentar (5)

Tata BT

salam untuk sadulur, saderek, baraya utamina desa Trijaya... Seda... Kertawinangun... Randobawagirang sareng sabudeureunana. Sae pisan, teraskeun kerjasamana. hamo ulah pakia-kia da kaditu-kadieu oge urang teh aya pakuat-pakait garis katurunan. Haturnuhun......

yosep
trijaya ..oh trijaya....i love you forever lah...sukses and maj keur trijaya....!
dimonk
aluuuuszzzzz bangga jadi anak sedaaa
hendi tarhendi
Smoga desa seda smakin maju,smakin di depan
hendi tarhendi
Smoga desa seda semakin maju

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: