Industri Minyak Nilam di Kuningan Tetap Bertahan

KUNINGANMEDIA | Kamis, 22 Juli 2010 19:33
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN : Kabupaten Kuningan merupakan salah satu penghasil minyak nilam (salah satu jenis minyak atsiri) terbesar di Jawa Barat dan diekspor ke sejumlah negara maju, harga di petani yang masih sangat rendah nampaknnya perlu perhatian serius dari pihak pemerintah.

Data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kamis (22/7), setiap tahun Kuningan menghasilkan sebanyak enam ton minyak nilam yang diekspor ke India, Perancis dan Amerika.

Mereka menggunakan minyak nilam tersebut untuk berbagai jenis kebutuhan, seperti industri parfum, farmasi dan kebutuhan industri dasar lainnya. Tapi dalam perjalanan usahanya, harga minyak nilam sempat terpuruk sehingga mengancam kestabilan industri.

Dari harga yang cukup menggiurkan petani yakni menembus Rp 1 juta per kkilogram pada tahun 1994, namun pada tahun 1998 turun drastis ke harga Rp 180.000 per kilogram. Tidak hanya petani, kalangan pemerintah dalam hal ini Disperindag ketar-ketir karena diminta petani untuk bisa memfasilitasinya.

Akhirnya sekitar tiga tahun yang lalu, Disperindag bersama pengusaha membentuk program 'kultiva' dengan bantuan pemerintah pusat yang bertujuan untuk menyelamatkan petani dari keterpurukan.

Dari program tersebut menjadikan pasar minyak nilam bergairah kembali dan kini harganya bisa stabil harga satu kilogram minyak nilam sekitar Rp. 325.000.

"Harga tersebut merupakan tetap sesuai perjanjian antara pengusaha nilam dengan pihak agen. Kendati harga pasaran sedang turun, agen tetap membelinya dengan harga segitu," ujar Hidayat Mu'min, Kabid Perindustrian Disperindag Kuningan. (KM-02)*

Komentar (2)

baedowie

Hallo pak, saya punya pertanyaan, kalau boleh tahu dimana lapak lapak pembeli minyak nilam di atas 10 kg. mohon informasinya.

kelingireng

Halo pak. Pak saya ingin belajar bagaimana caranya! produksi daun nilam menjadi minyak ya pak. Saya tertarik pak untuk belajar

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: