Si Manis itu Bernama Rambutan Walahar

KUNINGANMEDIA | Rabu, 14 Juli 2010 22:00
Bagikan ke Facebook

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_title

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: mf_fotografer

Filename: modpublic/v_seratan.php

Line Number: 149

KM
[Foto: ]

RASANYA manis, kering dan daging buahnya tebal serta mudah mengelupas dari bijinya (nglotok-Sunda). Itulah buah Rambutan Walahar, varietas lokal yang kini sudah diakui sebagai produk unggulan nasional.

Rambutan Walahar pada umumnya agak tahan hama dibanding dengan rambutan lainnya. Hanya hama ulat jengkal (Berta chrysolineata) biasanya memakan bagian daun rambutan Walahar yang masih muda.

Daun yang terserang bagian pinggir kering, keriting, berwarna coklat kekuningan, dan tampak seperti sakit. Ulat ini berwarna coklat menyerupai tangkai daun kering, ramping dan beruas-ruas. Ia berkepompong diantara dua daun yang direkatnya.

Rambutan Walahar yang pernah menjadi juara I pada kontes buah tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 1994, dan kini sudah diakui sebagai komoditi unggulan nasional, mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dibanding dengan jenis rambutan lainnya. Dengan perbedaan harga borongan per pohon yang mencapai Rp. 300.ribu dalam ukuran pohon yang sama, sangat menguntungkan bagi petani Rambutan Walahar.

Selain itu, umumnya petani melakukan usaha sampingan yakni dengan cara enjual bibitnya. Mereka biasanya lebih dulu nelakukan pencangkokan terutama pada saat musim hujan. Setiap pohonnya pencangkokan tersebut berkisar antara 20 - 30 batang.

Kegiatan pencangkokan ini telah berlangsung sejak mereka mengenal teknik perbanyakan. Awalnya pencangkokan ini hanya untuk kebutuhan sendiri, tapi . kegiatan ini sudah bersifat komersil, sehingga petani disamping menjual buahnya juga dapat tambahan dari hasil penjualan benih cangkokan rambutan,.Ketersediaan bibit rambutan di Desa walahar pada setiap tahunnya mencapai 10.000 batang.

Di sisi lain Rambutan Walahar mempunyai kelemahan sama seperti rambutan lainnya. Pada nusim kemarau panjang dan cuaca panas di luar kebiasaan, pada saat pembungaan sampai terbentuknya buah muda sering menjadi buah yang kecil-kecil (tidak normal) dan tidak serempak pada waktu panennya.
Sebaliknya jika curah hujan terlalu tinggi banyak buah mudah busuk dan jatuh.

Kelemahan lain dari rambutan walahar adalah terletak pada kondisi kulit biji apabila daging buah dikelupaskan dari biji kadang-kadang kulit biji menempel pada daging buah. (KM-01) *

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: