Lembah Cilengkrang Diserbu Pengunjung

KUNINGANMEDIA | Sabtu, 10 Juli 2010 10:46
Bagikan ke Facebook

LEMBAH Cilengkrang, yang terletak di Desa Pajambon, Kecamatan Karamatmulya, Kabupaten Kuningan, pada musim liburan sekolah tahun ini banyak dikunjungi wisatawan. Sebagian besar mereka (wisatawan) dari Cirebon, Indramayu dan Majalengka. “Memang umumnya wisatawan regional, tapi tidak sedikit wisatawan dari Bandung, Jakarta dan daerah lainnya seperti dari Jawa Tengah,” kata Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata Desa Pajambon, Mulyadi.

Menurut Mulyadi, ada tiga lokasi wisata yang jadi daya tarik Lembah Cilengkrang, diantaranya lokasi Kopi Gede, yakni satu kawasan hutan yang cocok untuk mencari ketenangan, karena panorama alamnya indah.

Lokasi lainnya yakni Curug Sabuk dengan ketinggian kurang lebih 20 meter. Selain Curug Sabuk, ada juga yang disebut Curug Sawer. Curug yang tingginya kurang lebih 75 meter berada di hutan lindung.

Untuk sampai di Lembah Cilengkrang, bisa menggunakan beberapa rute dan sarana transportasi. Diantaranya dari terminal Cirendang, melalui Desa Ragawacana, bisa juga menggunakan jasa ojeg.

Bagi wisatawan yang datangnya dari arah Cirebon, bisa langsung belok kanan dari pasar Kalapa gunung, menuju arah Desa Pajambon yang jaraknya kurang lebih dua kilometer.

Setelah ada di Desa Pajambon, bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata Kopi Gede, selanjutnya ke Curug Sabuk, yang jaraknya 600 meter, melintasi sungai Cilengkrang menuju Curug Sawer.

Untuk memberikan kenyamanan kepada para wisatawan, jalan menuju ke lokasi wisata kini sedang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan. Jika pengerjaannya sudah selesai, akan mengurangi jarak tempuh jalan kaki.

Sebab kendaraan bisa sampai pintu gerbang kawasan hutan Pajambon yang juga merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) itu.

Marjono, salah saeorang wisatawan asal Jakarta, cukup terkesan dengan keindahan panorama Lembah Cilengkrang. Lembah Cilengkrang kata dia, sangat natural yang bisa membangkitkan kesegaran tubuh.

“Kini banyak alam yang sudah ternodai dengan polusi, termasuk pemanasan global (global warning) ternyata Kuningan mempunyai alam yang benar-benar natural tanpa polusi,” kata Marjono. (KM-03)*

Komentar (3)

Oggie rizki Antunu
panorama yg sngat indah. . Jdi pngen kstu Lgi ma tmen". .
Andi nuwabagong
Cilengkrang memang indah, tetapi jika pengelolaanya kurang memperhatikan faktor risiko, tinggal tunggu saja kehancurannya... Makin banyak pengunjung makin besar potensi pencemaran air, hampir dapat dipastikan setiap pengunjung meninggalkan sampah baik pada tempat yg sudah disediakan oleh pengelola maupun secara sembarangan yg dg sendirinya terbawa arus sungai, belum lagi air buangan dari mck, kolam pemandian dan warung yg terdapat disana yg pada akhirnya terbawa hanyut juga melalui aliran sungai cilengkrang, sementara dibawahnya masyarakan memanfaatkan air tersebut untuk minum, dapat dibayangkan beberapa tahun kedepan masyarakat disekitar aliran sungai cilengkrang tidak dapat lagi meminum air dr sungai cilengkrang karena air sudah tercemar oleh serpihan sampah, air kencing, e'e, dan lain2 dari sisa buangan obyek wisata yg lokasinya tepat di hulu sungai cilengkrang...
ricky alfandi
huuhh cilengkrang.. sungguh pemandangan yg indah, mmanjakan mata dgn pepohonan yg trhampar luas. meskipun mnuju ke cilengkrang hrus jlan kaki, mlalui jlan setapak, krang lbih 1km. mnuju curug sawer, rasa lelah kaki ku slama prjananan, sebanding dgn keindhan alam ini, wisata alam yg brada di tinggian 900meter di bwah prmukaan laut, saya bisa mlihat pemandangan kota di ats sini. trlebih'y lg sya bsa mlihat n mndngar kicauan brung2 yg tggl d sni. mntap bkan?

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: