1.232 Tabung Gas Ditemukan Bocor

KUNINGANMEDIA | Selasa, 06 Juli 2010 16:43
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN : Sebanyak 1.232 tabung gas dari dua SPBE di Kuningan terpaksa dikembalikan ke Pertamina karena ditemukan rijek (bocor) dan 60 persen regulator dan selang yang dipasarkan tidak berSNI.

Temuan tersebut berdasarkan hasil razia yang dilakukan personel Satpol PP bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan ke SPBE Oleced Ciawigebang dan SPBE Caracas Cilimus, sementara regulator tidak berSNI ditemukan di sejumlah pertokoan, swalayan dan pasar tradisional di beberapa kecamatan, selama beberapa hari dan masih berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Dalam razia sekarang ini, Kami tidak langsung menarik barang-barang tersebut. Namun sebatas himbauan dan kepada penjual untuk mengembalikan ke distributor dan menggantinya dengan regulator dan selang yang berSNI. Sedangkan untuk tabung gas, saat itu juga dikembalikan ke Pertamina dan diganti dengan yang bagus,” ujar Kasi Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kuningan, Erwin Irawan kepada kuninganmedia.com, Selasa (6/7).

Namun pada razia berikutnya, jika pedagang masih menjual regulator dan selang yang tidak berSNI, maka terpaksa pihak Pemkab untuk menyita barang-barang tersebut. Regulator dan selang yang bebas dipasaran dengan harga murah tersebut didominasi oleh produk dari Malaysia. Selain tidak berSNI, produk itupun tidak disertai dengan legalitas importirnya.

“Perlu pemahaman kepada masyarakat dan menekankan kepada pedagang supaya tidak menerima produk yang tidak berSNI. Sebenarnya hal itu sudah kami sosialisasikan jauh-jauh sebelumnya sejak konversi minyak tanah ke gas. Tapi susah juga, apalagi jika masyarakat ditawarkan produk yang lebih murah dari barang yang berSNI,” jelas Erwin. (KM-01)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: