Kenaikan Harga Pupuk Bersubsidi Harus Diimbangi Harga Gabah

KUNINGANMEDIA | Sabtu, 05 Juni 2010 16:06
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN :: Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kuningan, menyesalkan atas kenaikan harga subsidi pupuk karena akan memberikan dampak apatis terhadap petani dan mempersulit ruang gerak ekonomi pertanian.

“Saya sangat prihatin dengan kenaikan pupuk sekarang ini. Seharusnya rencana kenaikan ini diikuti pula dengan kenaikan harga gabah kering dan menghilangkan ekspor pupuk bukan malah melakukan langkah ekspor,” ujar Wakil Ketua KTNA Kuningan, Oyo Sukarya.kepada kuninganmedia.com, belum lama ini.

Dikatakan Oyo, dampak apatis yang dimaksud, petani akan berpikiran untuk beralih ke pekerjaan lain, bukan malah mencintai status petaninya. Yang lebih khawatir lagi, petani kedepan akan menjual sawahnya ketimbang harus mengelola dan menjadikan sawah sebagai ladang hidupnya.

“Kalau sudah seperti ini, bagaimana jadinya dunia pertanian kita. Bukankah sektor pertanian adalah sektor yang paling diandalkan dan yang paling besar potensinya di Indonesia,” Oyo, balik bertanya.

Menurut dia, pemerintah juga seharusnya mengambil langkah subsidi langsung terhadap petani agar petani lebih bergairah, sejahtera dan leluasa mengolah sawahnya tanpa dihantui kerugian setelah panen. (KM-02)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: