Kebun Salak di Desa Cimara Awalnya Hanya 50 Bata

KUNINGANMEDIA | Jum'at, 28 Mei 2010 14:04
Bagikan ke Facebook

PASAWAHAN : Petani di Desa Cimara, Kecamatan Pasawahan, sampai saat ini masih mengembangkan budidaya tanaman salak pondoh. Areal pertanian milik warga seluas 37 hektar, yang tersebar di beberapa blok telah dipenuhi pohon salak.
Sedikitnya ada 120 orang petani salak di desa itu yang mengembangkan budidaya tanaman salak yang kini sudah mencapai kurang lebih 63.000 pohon.

"Mereka (petani) sudah merasakan hasilnya dari jenis tanaman ini sangat menguntungkan dan punya peluang pasar yang menjanjikan baik untuk pasar lokal maupun regional," kata A. Amanan, Kepala Desa Cimara Kecamatan Pasawahan,

Hal itu tampaknya menjadi salah satu faktor pendorong bagi para petani setempat untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman salak tersebut. Apalagi cara menanamnya pun sangat mudah dan tidak dibatasi musim panen.

Menurut A. Amanan, tanaman salak pondoh yang dikembangkan oleh para petani di daerahnya, bibitnya diperoleh dari Sleman Jawa-Tengah. Pada saat itu, tahun 1996, salah seorang warga membawa beberapa pohon bibit tanaman salak dan selanjutnya ditanam di lahan miliknya.

"Secara perlahan, tanaman salak itu berbuah dan dapat dinikmati hasilnya. Mungkin melihat hasilnya itu, sehingga banyak petani yang tertarik untuk menanam salak," imbuh dia.

Perkembangan budidaya salak di Desa Cimara, baru terlihat ketika beberapa orang petani secara khusus memanfaatkan lahan pertaniannya sebagai lahan budidaya tanaman salak, dengan luas lahan hanya 50 bata. (KM-01)

P

Komentar (1)

wawan
okelah maju terus desaku, anytime saatnya saya bergabung disini..saya bisa sharing menyampaikan pengalamanku, perlu dibina sistem manajerial agar planning yg dibuat terarah dan terukur untuk hasil yang maximal demi kemakmuran batur salembur sadayana sadesa Cimara. Hatur Nuhun, ka Pak Kuwu sareng Parangkat Desa sadayana di abdi.

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: