Lahan Sayur Palutungan Akan Ditutup

KUNINGANMEDIA | Kamis, 27 Mei 2010 15:30
Bagikan ke Facebook

CILIMUS : Kendati penggarap lahan sayur di sekitar Palutungan Kecamatan Cigugur, Jabupaten Kuningan, menolak lahan sayurannya ditutup, namun Badan Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) tetap akan menutupnya pada Agustus mendatang. Kepala Pengendali Ekosistem Hutan BTNGC, Mufti Ginanjar, membenarkan adanya rencana penutupan lahan sayur tersebut.

Penutupan itu sendiri, sebagai upaya penyelamatan lingkungan. Dari hasil penelitian yang dilakukan BTNGC menyebutkan, dari sekitar 15.000 hektare total luas TNGC, sekitar 2.000 hektare menjadi lahan sayur yang digarap warga sekitar.

Aktivitas penggarapan lahan itu sendiri disampaikan Mufti, dianggap sebagai perambahan hutan. Larangan atas kegiatan itu berdasarkan UU No.41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan dan UU No.5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Sebenarnya ini rencana lama yang sebelumnya telah disusun Perhutani sebagai pihak yang mengelola Gunung Ciremai sebelum akhirnya menjadi TNGC. Upaya ini disusun untuk menyelamatkan lingkungan sekitar Gunung Ciremai, karena seringnya terjadi kebakaran hutan dan perambahan hutan,” paparnya.

Ia juga menjelaskan jika rencana tersebut telah disosialisaikan dan mereka meminta tenggang waktu tiga bulan, dan akhirnya BTNGC memutuskan jika Agustus nanti harus ditutup dan tidak ada lagi aktifitas penggarapan lahan.(KM-02)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: