Makam Raja Menado Minim Perawatan

KUNINGANMEDIA | Selasa, 25 Mei 2010 13:51
Bagikan ke Facebook

CILIMUS : Makam Jakob Ponto, yang terletak di pemakaman umum Dusun Simenyan, kurang lebih 200 meter arah timur kawasan wisata Sangkanhurip, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Hal itu akibat minimya perawatan. padahal, dulu makam ini mendapat perawatan khusus, bahkan lokasi ini sering dimanfaatkan untuk upacara hari-hari nasional.

"Memang dulu setiap tahun terutama pada hari peringatan proklamasi kemerdekaan selalu diadakan upacara, tapi entah mengapa sekarang tidak dilaksanakan lagi," kata Suparma (82), warga RT 23 RW. 07 Dusun Simenyan Desa Sangkanurip Kacamatan Cilimus.

Suparma, termsuk salah seorang warga yang masih setia merawat makam Jakob Ponto. Hal itu hanya merupkan tanggungjawab moral, karena Jakob Ponto dianggap seorang pejuang yang dibuang oleh Belanda.

Menurut Suparma, berdasarkan cerita orang tua dulu, sekitar tahun 1890 Masehi, warga Desa Sangkanurip sempat digemparkan dengan ditemukannya mayat yang mengambang di pemandaian air panas Sangkanhurip.

Mayat yang saat itu belum diketahui identitasnya oleh warga dibawa ke perkampungan penduduk untuk mendapat perawatan, sebelum dimakamkan.

Sekitar tahun 1959 baru diketahui, bahwa yang meninggal itu Jakob Ponto. Itu pun setelah ada keturunanya yakni G.D. Ponto, yang mencari tahu tentang keberadaan Jakob Ponto, dari Karajaan Sieu Sangihe Talau Menado, Sulawesi Selatan. (KM-01). *

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: