Bupati Aang Tidak Akan Mentolerir Galian C Setianegara

KUNINGANMEDIA | Rabu, 19 Mei 2010 18:42
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN : Kendati lebih dari 500 warga mempertahankan siklus penghasilannya dari penambang, namun nampaknya Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda tidak akan mentolerir permintaan mantan pekerja pasir batu (Galian C) Desa Setianegara Kec. Cilimus untuk membuka kembali roda ekonomi dari galian tersebut.

“Pemkab tidak bisa mentolerir panambangan di kaki Gunung Ciremai tersebut dengan pertimbangan apapun. Galian tersebut telah ditutup, maka tidak bisa untuk dibuka kembali,” tegas Bupati Aang, belum lama ini.

Alasan bupati untuk tidak membuka kembali pertambangan tersebut menurutnya cukup beralasan, Kuningan saat ini telah dijadikan sebagai kabupaten konservasi. Maka konsekuensinya, Pemkab harus memperhatikan faktor lingkungan sekaligus tingkat keamanan warga agar tidak jatuh korban yang diakibatkan ulah penambangnya sendiri dan juga akibat bencana alam.

Berbicara masalah dampak pengangguran dari penutupan galian c tersebut, Bupati Aang berjanji akan mencarikan solusinya.

“Saya perintahkan kepada Asisten Ekonomi melalui para camat dan kepala desa untuk menginventarisir berapa jumlah titik galian c dan jumlah masyarakat murni penambang. Setelah itu, akan diupayakan lapangan kerja baru bagi mereka,” jelasnya.

Adapun bentuk usaha yang direncanakan berupa ternak sapi, kerajinan tangan, dan bupati berjanji akan mencari anggaran dari APBN dan APBD Provinsi untuk para mantan penambang tersebut. “Apapun alasannya, Kita tetap harus menjalankan amanat UU No.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan penambang, Eno bertutur, jika ia mewakili ratusan penambang menginginkan jika Pemkab mencarikan pengganti pekerjaanya, sebelum penambangan pasir dan batu tersebut ditutup.

“Kita seolah diberhentikan secara paksa, sementara tanggungan Kami sangat berat, Kami mempunyai keluarga yang harus dihidupi. Seharusnya Pemkab memberikan dulu usaha lain, jangan asal tutup saja,” ujarnya. (KM-03)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: