Kuningan Miliki Potensi Geotermal

KUNINGANMEDIA | Selasa, 18 Mei 2010 07:15
Bagikan ke Facebook

KUNINGAN : Wilayah pegunungan  di Kab. Kuningan ternyata memiliki potensi panas bumi (geotermal) hingga 50 mega watt dan kini sedang diteliti pihak kementrian untuk bisa dikembangkan menjadi proyek terbesar di Kuningan.

“Syarat dalam WKP-nya (Wilayah Kerja Pertambangan) sudah sampai di menteri, Cuma masih kurang syarat, yaitu foto udara. Kalau itu sudah dilengkapi, tinggal menunggu lelang dan mencari investor luar negeri, panas bumi di Kuningan siap dibangun,” papar Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP),  Drs. H. Enay Sunaryo M.M..

Untuk lokasi panas  bumi sendiri berada di Desa Pejambon Kec. Karamatmulya dan Desa Sangkanhurip Kec. Cigandamekar. Panas bumi menurutnya merupakan energi baru yang ramah lingkungan, pasalnya syarat disekitar lokasi panas bumi, selain harus jauh dari pemukiman, sekita lokasi pun harus ditanamai pohon pelindung.

“Jadi kalau ada isu merusak lingkungan, sama sekali tidak benar. Justru ini ramah lingkungan dan memberi energi baru terhadap listrik yang kerap diungkapkan sudah kekurangan energi,” jelasnya.

Selain ramah lingkungan,  jika panas bumi itu terwujud maka secara otomatis pengaruh terhadap PAD sangat besar. Begitu pula bagi PLN yang kerap menjadikan kekurangan daya sebagai alasan klasik tidak akan pernah lagi terjadi. Dampaknya rakyat pun akan merasakan manfaatnya dan tidak akan lagi merasa kekurangan daya listrik. (KM-02)

Komentar (1)

avo juhartono
Perlu kajian yang mendalam dan komprehensip terutama dengan berbagai stakeholders, karena dampaknya baik positif maupun negatif yang akan terkena semua stakeholders, kecuali hanya pemkab/pemerintah yang mau jalan sendiri. Berkacalah pada proses pengusulan TNGC, asal mengusulkan aja dengan iming-iming akan banyak proyek dari donor internasional, ternyata tidak semudah itu. dan sampai saat ini pun pemkab sendiri masih kelihatan gamang/belum punya konsep untuk pemanfaatan TNGC. Apalagi ada keinginan untuk meminta kembali objek wisata yang ada di TNGC, ini namanya Ngejilat ludah sendiri ( dulu diberikan ke pusat ko sekarang diminta lagi). Jadi untuk Pertambangan Geotermal..mohon mulai saat ini dibangun pemahaman kepada semua pihak, baik masyarakat sekitar lokasi, masyarakat luas, LSM, perguruan tinggi dan lain-lain, kalau memang ini untuk kepentingan bersama.

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: