Sekilas Tentang Gunung Ciremai

KUNINGANMEDIA | Sabtu, 15 Mei 2010 22:32
Bagikan ke Facebook

KAWASAN  Gunung Ciremai merupakan suatu ekosistem pegunungan yang unik dibandingkan dengan kawasan pegunungan yang lain. Keunikannya ini adalah karena letaknya yang relatif tidak jauh dengan laut jawa, yang otomatis memberikan keunikan ekosistem dalam kawasan Gunung Ciremai. Hal itu berbeda dengan pegunungan lain yang rata-rata membentang di tengah pulau jawa yang relatif jauh jaraknya dari laut. Puncak Gunung Ciremai yang menantang telah banyak menarik minat berbagai kalangan generasi muda dari berbagai daerah untuk mendakinya.

Pendakian gunung ciremai adalah segaka bentuk kegiatan perjalanan mendaki Gunung Ciremai, baik dilakukan perorangan maupun kelompok, dengan tujuan olahraga, rekreasi, pendidikan / latihan dan jiarah, yang dilakukan oleh Wisatawan dan Masyarakat. Gunung Ciremai bagi masyarakat Jawa Barat, terlebih para pecinta alam, bukanlah nama yang asing. Setiap tahun, apalagi pada momen-momen tertentu seperti perayaan 17 Agustus, tahun baru, dan liburan sekolah, gunung ini selalu didatangi ribuan orang. Gunung setinggi 3.078 meter dan tertinggi di Jawa Barat itu menyimpan pesona tinggi. Untuk mendaki puncak Ciremai, terdapat tiga alternatif pilihan jalur yaitu melalui Linggarjati dan Palutungan di Kabupaten Kuningan atau melalui Apuy di Kabupaten Majalengka. Namun seiring dengan kemajuan jaman dan berkurangnya kesadaran manusia akan pentingnya kelestarian hutan, telah menyebabkan hutan gunung Ciremai mengalami banyak kerusakan yang parah sekali, seperti kebakaran hutan, musibah longsor, terjadinya penurunan debit mata air, gangguan fauna liar ke daerah pemukiman penduduk serta banyaknya sampah sintetis (polyster) yang sangat sulit diuraikan/didegradasi oleh alam, yang terjadi akibat meningkatnya volume pendakian yang melakukan pendakian tanpa aturan dan prosedur pendakian secara benar. DengaN adanya beberapa permasalahan di atas, AKAR dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda yang berada di Kabupaten Kuningan ataupun luar daerah berupaya untuk ikut serta dalam pelestarian hutan Gunung Ciremai melalui kegiatan GERAKAN SAPU GUNUNG ( GSG ), yaitu suatu kegiatan rutinitas yang diadakan tiap tahun berupa pembersihan sampah sintetis disepanjang dua jalur pendakian menuju puncak, baik jalur linggarjati maupun Palutungan.

GSG CIREMAI DARI TAHUN KE TAHUN TAHUN JALUR PENDAKIAN JUMLAH PESERTA ( ORANG ) SAMPAH TERANGKUT ( KARUNG ) 1990 Palutungan & Linggarjati 150 90 1991 Palutungan & Linggarjati 250 105 1992 Palutungan & Linggarjati 300 115 1993 Palutungan & Linggarjati 300 125 1994 Palutungan & Linggarjati 250 140 1995 Palutungan & Linggarjati 400 135 1996 Palutungan & Linggarjati 300 156 1998 Palutungan 350 115 1999 Linggarjati 400 185 2000 Linggarjati 500 205 2002 Palutungan & Linggarjati 600 253 2003 Palutungan & Linggarjati 450 315 2006 Palutungan & Linggarjati 507 364 2008 Linggarjati 203 127

)LSM AKAR KUNINGAN)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: