Pasar Ciwaru Terkatung-katung

KUNINGANMEDIA | Kamis, 06 Mei 2010 17:30
Bagikan ke Facebook

CIWARU : Pasar tradisional Ciwaru yang dibangun dari dana APBD I Propinsi tahun 2009 sebesar Rp 500juta masih terkatung-katung, sedangkan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 1,6 milyar. APBD II Kuningan sendiri tidak bisa membantu karena anggaran yang terbatas.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan saat ini tengah mengajukan kembali ke Propinsi dan Pusat, tapi untuk tahun ini tidak ada realisasi bantuan untuk revitalisasi pasar tradisional. Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri Erwin Irawan menjelaskan, pasar tersebut baru dihuni oleh sekitar 14 kios, satu kantor pengelola, satu mushola dan tiga mck dari rencana sebanyak 20 kios, empat los terbuka dan fasilitas lainnya.

“Kalau sudah ada bantuan lagi, pasti dilanjutkan. Usulan si sudah diajukan tapi sepertinya untuk tahun sekarang belum ada bantuan lagi. Meskipun baru sepertiganya, tapi sudah bisa mengurangi kemacetan dan para pedagang sudah bisa menikmati pasar yang baru, sekalipun bagian tengah belum dibangun kios,” jelasnya.

Berbicara revitalisasi pasar, dari 26 pasar tradisonal yang ada di Kuningan, enam pasar tradisional diajukan ke propinsi sebagai pasar revitalisasi, diantaranya Pasar Cilebak, Luragung, Darma, Cibingbin, Ciwaru dan Subang. Dua diantara yang diajukan sudah direalisasi yaitu Subang dan Ciwaru. “Untuk pasar Subang sudah selesai tahun 2007 dengan bantuan Rp312 juta,” ujarnya.

Awal digulirkannya revitalisasi, Kuningan menginginkan perubahan terhadap pasar tradisional yang selalu identik dengan pasar kumuh dan semrawut, sehingga masyarakat pun merasa tidak nyaman saat berkunjung ke pasar tradisional. Terutama bagi masyarakat konsumtif, banyak yang malas berbelanja ke pasar tradisional.

“Kalau sudah ditata, siap menyaingi pasar modern, meskipun manajemennya tidak modern. Asalkan pasar itu tidak kumuh, semrawut, becek pasti orang akan mencoba berbelanja di pasar, Apalagi jika dipoles dengan wajah yang menarik. Intinya tidak ingin mematikan pasar tradisional ditengah persaingan pasar modern saat ini,” papar Erwin. (Bilqis KH)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: