Kontribusi PDAM Terhadap PAD Sangat Kecil

KUNINGANMEDIA | Kamis, 06 Mei 2010 15:16
Bagikan ke Facebook

DPRD Kuningan menilai pihak eksekutif belum bisa menggali kontribusi laba dari PDAM karena setiap tahun selalu dilaporkan tingkat kebocorannya tinggi alias rugi padahal potensi Perusahaan Daerah yang satu itu sangat besar dan bisa menjadi andalan Kuningan yang kaya akan air.

Demikian salah satu poin yang dilontarkan DPRD dalam rumusan rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati akhir tahun 2009, Senin (3/5), dihadapan unsur eksekutif, yudikatif dan puluhan elemen masyarakat lainnya, di ruang utama sidang.

“Kontribusi PDAM terhadap PAD sendiri sangat kecil hanya Rp 201 juta. Dibanding skala usaha PDAM merupakan kontribusi yang tidak seimbang. Maka kedepan diperlukan upaya peningkatan besaran kontribusi untuk salah satu Perusahaan Daerah tersebut,” ujar Ketua Komisi B, Pusantara Tri Kordianto.

Sebagai perusahaan tumpuan harapan daerah, ironisnya setiap tahun PDAM kerap melaporkan kerugiannya. Tingkat kebocoran PDAM “Tirta Kamuning” tersebut mencapai sekitar 37 persen.

Hal tersebut belum mencapai toleransi standar kebocoran nasional sebesar 20 persen. Ditambah sistem akuntansi yang mengacu kepada Permendagri sangat mempengaruhi terhadap laba rugi PDAM, sehingga pada laporan tahun 2009 tercatat beban umum dan administrasi sebesar Rp 7 milyar.

“Dengan adanya Permendagri No.25 tahun 2009 tentang pedoman penyusunan APBD 2010, yang berkaitan dengan cakupan pelayanan sebesar 80 persen dari jumlah penduduk, menyebabkan PDAM mengabaikan kewajibannya sebagai kontributor PAD. Maka ini sangat perlu untuk ditinjau kembali,” paparnya.

Ketika PD sedang dalam situasi tersebut, keterlambatan pencairan anggaran menyebabkan beberapa pekerjaan menjadi terlambat. Seperti pada APBD I sebesar Rp 1,5 milyar tahun 2008 direalisasikannya anggaran tahun 2009. Belum lagi target APBD II tahun 2009 sebesar Rp 2 milyar hanya direalisasikan Rp 300 juta, maka terjadi penundaan kegiatan.

Sementara itu, dari tiga PD yang ada di Kuningan, PD Bank Jabar Banten merupakan satu-satunya PD yang memiliki kontribusi tertinggi terhadap PAD, yaitu sebesar Rp 1,9 milyar dari posisi penyertaan modal sebesar Rp 6,8 milyar. Begitupula dengan PD BPR Kuningan tengah memperlihatkan geliatnya, dari penyertaan modal Rp 1,6 milyar bisa merealisasikan Rp 300juta. (Bilkiz)

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: