Petani Cipetir Melirik Pupuk Organik

KUNINGANMEDIA | Jum'at, 23 April 2010 11:21
Bagikan ke Facebook

UNTUK meningkatkan hasil panen padi, petani di Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, khususnya yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Tani Jaya, berupaya agar setiap panen hasilnya menggembirakan.

Selain mengacu ketentuan dalam mengolah lahan, juga dalam menerapkan teknologi seperti dalam melaksanakan pemupukan padi memanfaatkan teknologi yang dianggap lebih menguntungkan..

Contohnya, dalam pemupukan tanaman padi tidak selamanya memanfaatkan pupuk kimia. Selain pupuk kimia harganya cukup mahal, terkadang petani sulit mencari pupuk karena langka di pasaran.

“Kan sekarang banyak pilihan, selain pupuk kimia ada juga pupuk kompos cair dan kompos biasa. Saya sekarang mencoba pupuk kompos cair,” kata Sidik (61), Ketua Gapoktan Subur Tani Jaya.

Menurut Sidik, dia sudah dua kali mencoba melakukan pemupukan padi dengan menggunakan tiga cara, dengan pertimbangan ingin mengetahui persis mana yang lebih menguntungkan.

Akhirnya mencoba melakukan pemupukan tanaman padi di lahan seluas 400 bata. Dari tanaman padi seluas itu, dibagi tiga bagian yakni 100 bata tidak memakai pupuk, 50 bata mamakai pupuk kompos biasa dan sisanya memakai pupuk kompos cair.

Ternyata kata Sidik, lebih baik memakai pupuk kompos cair. Hal itu terlihat ketika panen dari lahan 2,5 x 2,5 meter yang memakai pupuk kompos menghasilkan 4,41 kg atau sama dengan 7.056 kg/hektar.

Sedangkan petak sawah yang menggunakan pupuk kompos biasa dengan petak ukuran sama 4,3 kg atau sama dengan 6.608 kg/hektar san yang tidak memakai pupuk 2,9 kg atau sama dengan 4.336 kg/hektar.  ( Lin)*

Kirim Komentar

Nama
Alamat email
Alamat Web
Komentar
Tulis Kode: